8 Sindikat Narkoba Internasional Ditangkap 1 Ditembak Mati

0
627

MEDAN, (media24jam.com) –  Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut mengungkap jaringan sindikat internasional peredaran puluhan kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu, ganja dan ribuan butir ekstasi ke Sumut. Polisi menangkap delapan orang tersangka dan menyita barang bukti berupa 70 kg ganja, 73 kg sabu dan 5000-an butir pil ekstasi.

Seorang tersangka tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, setelah ditembak karena berusaha kabur dan membahayakan petugas ketika disergap.

“Mereka ini merupakan jaringan sindikat internasional. Jaringannya memasok narkoba dari Malaysia ke Aceh dan Sumatera Utara,” terang Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Medan, Rabu (28/8/2019) sore.

Dijelaskannya, seorang tersangka yang ditembak mati M alias N meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan tersangka inisial AAS ditembak bagian kakinya karena melawan polisi. Enam pelaku lainnya, adalah IR alias I, ME, FHP alias F, AC alias D, I dan A.

“Para pelaku ditangkap dari beberapa lokasi. Satu pelaku M alias N mencoba melarikan diri, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur. Pelaku meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan,” jelas jenderal bintang dua tersebut.

Dengan mengamankan 73 Kg sabu, kata Agus, Polda Sumut telah menyelamatkan anak bangsa sebanyak 730 ribu orang dengan asumsi satu gram sabu untuk 10 orang pengguna. Untuk ekstasi, Polda Sumut menyelamatkan 5.026 orang dengan asumsi satu pil digunakan satu orang.

Sedangkan untuk ganja, sambung Agus, menyelamatkan 70 ribu orang dengan asumsi satu gram ganja untuk satu orang pengguna.

“Total keseluruhan anak bangsa yang diselamatkan sebanyak 805.026 Orang,” sebut Agus.
Sementara, Direktur Reserse Narkotika Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, awalnya polisi mendapat informasi adanya dua pria membawa ganja di Jalan Selamat Ketaren, Medan Estate, Deli Serdang pada Selasa (20/8/2019) lalu.

Dari informasi berharga itu polisi menyelidikinya dan ternyata akurat (A1). Polisi kemudian menghentikan satu unit angkutan umum berpelat nomor polisi BK 7225-DM yang ditumpangi I alias IR dan ME. “Petugas lalu menangkap keduanya dan menyita 70 kilogram ganja,” terang Hendri.

Saat diinterogasi, tersangka menyebut, jaringan lainnya berada di Jalan Kabupaten Asahan sedang membawa narkotika. Polisi menyelidiki informasi itu kemudian menangkap pelaku AAS di Jalan Latsitarda Nusantara 8, Asahan pada Jumat (23/8/2019).

“Dari pelaku disita barang bukti dua kilogram sabu. Saat dilakukan pengembangan pelaku mencoba melarikan diri, sehingga petugas menembak kaki kirinya,” sebut Hendri.

Polisi kembali menindaklanjuti penyelidikan dan menangkap M alias N serta tersangka FHP alias F saat mengendarai mobil Suzuki Vitara BK 1140 AF di kompleks Asrama Abdul Hamid, Jalan Medan – Binjai pada Minggu (25/8/2019).

Dari penggeledahan mobil, polisi menemukan 1 kg sabu dan 5.000 butir pil ekstasi. Dari hasil penyelidikan lanjutan itu, polisi juga menangkap AC alias D saat mengendarai Toyota Avanza BK 1507 OY di kawasan Langkat. Namun, saat digeledah, tidak ditemukan barang bukti narkoba.

Tak sampai di situ, polisi juga menangkap I dan A saat mengendarai mobil Gran Max BK 8035 PK di Jalan Megawati, Binjai Timur, Binjai. Dari pelaku, polisi menyita barang bukti 70 kg sabu. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here