9 Hari Sembunyi di Hutan Pembunuh Siswi SMA Ditangkap, Polres Nisel Patut Diapresiasi

0
653
Timsus saat menangkap Pelaku
Korban semasa hudup dan mayat korban

NISEL, (media24jam.com) – Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus kematian TK Laia (18), siswi SMA Negeri 3 Susua, Nias Selatan, yang ditemukan tewas dengan leher tergorok. Pelakunya ditangkap setelah 9 hari sembunyi di hutan.

Pelakunya adalah Tolonasokhi Halawa (27) warga Hilimbaruzo, Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan. Ia ditangkap, Minggu (8/12) sore di sebuah pondok kawasan hutan Desa Hilizoroilawa Kecamatan Mizano Kabupaten Nias Selatan. Informasi didapat pengejaran sangat alot yang dilakukan timsus yang dibentuk kapolres, timsus harus menyisir hutan dengan kondisi jalan berbukit bahkan harus menyisiri aliran sungai untuk mengetahui keberadaan pelaku, hingga berbuah hasil.

Kapolres Nias Selatan, AKBP I Gede Nakti W SIK saat dikonfirmasi membenarkan, Minggu malam penangkapan tersebut. Hanya saja, Kapolres mengaku belum bisa memberikan keterangan banyak karena pria terduga pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik.

“Baru kami amankan diduga pelaku dan sekarang masih dalam pemeriksaan oleh penyidik untuk pembuktian, hari selasa saya mau konperensi pers,” ujar Kapolres.

Sekedar mengingatkan, siswi SMA Negeri 3 Susua, Nias Selatan, itu ditemukan tak bernyawa, telungkup bersimbah darah di bawah pohon bambu di Dusun 4, Desa Hiliwaebu, pada, Jumat (29/11/2019) sore lalu.

Saat ditemukan, kondisi mayat gadis asal Desa Hiliwaebu, Kecamatan Susua, Nias Selatan itu mengenaskan, wajah penuh luka dan leher nyaris putus digorok.

“Dia ditemukan tadi sore sepulang sekolah oleh Adeknya bernama Situ Hati Laia,” tutur Kristian Laia, anggota DPRD Nias Selatan yang juga berasal dari Dapil korban, Jumat (29/11/2019).

Dia menjelaskan, bahwa sepulang sekolah seperti biasanya, dia (Korban) pulang ke rumahnya, akan tetapi hingga sore harinya, tak kunjung sampai kerumah.
“Karena korban belum sampai ke rumah, lalu adeknya menjemputnya di sekolah. Sesampainya di sekolah, adeknya tersebut diberitahukan bahwa korban sudah pulang,” jelas Kristian.

Lanjutnya, di tengah perjalanan menuju rumah, adeknya tersebut menemukan korban telah tergeletak di bawah pohon bambu tidak jauh dari jalan sekitar 50 meter.
Sehingga adek korban memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga.
“Korban ditemukan sekitar jam 18.00 wib,” terang Kristian Laia.

//Postingan Terakhir

Sebelum ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, TK Laia sempat mengupdate status di lini masa facebooknya pada 24 dan 28 November 2019.

Pada 28 November 2019, korban mengupdate status. Sementara pada 24 November 2019, korban mengatakan permohonan maaf karena tidak akan sering online lagi di media sosial.

“Maaf, gk mw srig ol ge y. Ckp sampai 1-2 hr ajh mw Off. Klian baik2 y dsn? Bye. See you tomorrow!!!!,” tulis korban.
Netizen yang kemudian mengetahui bahwa korban sudah meninggal, membagikan status korban. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here