LANGKAT | Media24jam.com – Guna mengetahui penyebab kematian M.April, Tim Forensik RS Bhayangkara Medan lakukan Ekshumasi, Rabu (9/7/2025).
Ekshumasi berlangsung di TPU Taman Bahagia Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu kabupaten Langkat.
Sebelum ekshumasi, pihak keluarga almarhum telah memberikan persetujuan.
Dilakukannya ekshumasi, lantaran ada kejanggalan penyebab kematian almarhum.
“Untuk mengetahui penyebab kematian M. April, kita tunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polda Sumut,” ujar Kapolsek Pangkalan Susu, AKP R. Naibaho SH.
Disisi lain, saat berlangsungnya ekshumasi, puluhan massa nerdatangan membawa poster bertuliskan, “Kami datang untuk saudara kami M April. April bukan musuh, tapi kenapa harus dianiaya. Jangan main hakim sendiri karena ini negara hukum.
Kami tidak mau lagi ada M. April lain lagi. Bravo Polsek Pangkalan Susu. Harga nyawa April bukan seharga seekor lembu.”
“Berbagai tulisan itu sebagai simbol dukungan kami terhadap proses hukum yang sedang berjalan, terkait kematian saudara kami, M. April, Kami mau hukum ditegakkan yang seadil-adilnya,” ucap warga kepada Kru tim media di lokasi ekshumasi.
Sekedar diketahui, Minggu (29/7/2025), M.April dinyatakan meninggal dunia. Penyebabnya diduga lantaran menjadi korban penganiayaan.(J.Malau).
Dalam kasus ini, penyidik Polsek Pangkalan Susu telah memanggil sejumlah saksi yang melihat langsung peristiwa penganiayaan tersebut untuk dimintai keterangannya.
Menurut keterangan saksi, kronologisnya, pelaku W yang tiba tiba muncul di tempat usaha penampungan udang di Jl. Pembangunan, tanpa banyak tanya langsung memukuli M. April hingga babak belur.
Meski M. April, kata saksi, sudah menyembah dengan sepuluh jari, pelaku terus saja menghajarnya.
“Pukulan telak pelaku telak mengenai kepala korban, rahang, pipi, dada hingga perut yang mengakibatkan korban saat itu jatuh terkulai megerang kesakitan”, ungkap saksi L (16), D (16) dan A (15)”, ke penyidik Polsek Pangkalan Susu.
Sementara itu, Bayu dan isterinya, Ratna, selaku pemilik usaha udang mengatakan, dalam kaitan almarhum mencuri udang dari gudang miliknya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Sudah selesai, tidak ada lagi masalah antara kami dengan, M. April, ucapnya.
Bahkan, kata pasangan suami isteri (Pasutri) itu, mereka sudah berusaha untuk melerai, dengan mengatakan, jangan kau (pelaku W-red) dia, tapi W sepertinya mengabaikan teguran kedua pengusaha udang tersebut.
Seperti yang diberitakan Media sebelumnya, tidak ada hubungan keluarga antara pelaku dengan korban. Dan tidak ada pula hubungan bisnis antara pelaku dengan pengusaha udang, Bayu dan Ratna, tapi kenapa tersangka W nekat memukuli korban, M. April hingga babak belur, apa motivasi W melakukan aksi kekerasan tersebut, itu yang menjadi tanda tanya bagi masyarakat hingga saat ini.(J.Malau).




