DELI SERDANG | Media24jam.com – Wilayah hukum (Wilkum) Polsek Talun Kenas, Polresta Deli Serdang, Polda Sumatera Utara, belakangan ini dinilai warga bukan lagi tempat yang aman, melainkan ladang empuk bagi para pelaku kejahatan.
Celoteh warga kian nyaring menyusul rentetan kasus kriminal yang seolah tak kunjung tersentuh penanganan serius. Mulai dari pencurian hasil pertanian, peredaran narkoba, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga aksi pembegalan terang-terangan, semuanya terjadi nyaris tanpa rasa takut akan hukum.
Hasil pertanian warga seperti kelapa sawit, pisang, dan komoditas lainnya raib digasak maling. Sementara di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, sejumlah sepeda motor lenyap digondol pelaku. Korbannya pun bukan satu dua orang, di antaranya YI, JP, dan TG.
Ironisnya, para korban disebut enggan melapor ke polisi. Alasannya klasik namun menyakitkan: laporan hanya menambah urusan, berbelit-belit, dan ujung-ujungnya sepeda motor tetap tak kembali. Hukum terasa jauh, sementara pelaku bebas berkeliaran.
Puncaknya, aksi pembegalan dialami DU, seorang karyawan Pabrik Kelapa Sawit milik PT LAB. Peristiwa itu terjadi Selasa (27/1/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Usai menyelesaikan pekerjaannya, DU bergegas pulang menuju rumahnya di Desa Limau Mungkur, yang jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer dari tempat ia bekerja. Namun nahas, di tengah perjalanan, tepatnya di depan SD RK Desa Negara Beringin—sekitar 800 meter dari pabrik—laju sepeda motornya dihentikan empat pria yang mengendarai dua sepeda motor.
Tanpa basa-basi, para pelaku langsung merampas sepeda motor Honda Vario milik DU. Korban sempat berupaya melawan, namun kalah jumlah. Apalagi, para pelaku diduga membawa senjata tajam jenis celurit. DU pun tak berdaya, motornya melayang, trauma pun tertinggal.
Sementara warga resah dan korban bertambah, sikap aparat penegak hukum justru memantik tanda tanya besar. Kapolsek Talun Kenas, AKP Ronald P Manulang, saat hendak dikonfirmasi terkait maraknya kejahatan di wilayah hukumnya, terkesan memilih jalan aman: bungkam.
Berulang kali dihubungi melalui sambungan telepon, tak satu pun direspons. Entah sibuk, enggan bicara, atau memang tak punya penjelasan.
Kini warga hanya bisa bertanya dengan nada getir: apakah Wilkum Polsek Talun Kenas masih wilayah penegakan hukum, atau sudah berubah menjadi arena bebas bagi para pelaku kriminal.(*).




