Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut Gelar Rapat Percepatan Pendataan Korban Bencana

0
9

TAPTENG |MEDIA 24 JAM.COM – Pemerintah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Rapat Percepatan Pendataan Korban Bencana alam dilaksanakan, pada Kamis (30/5/26) bertempat di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng.

Rapat dipimpin Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi didampingi Sekretaris Daerah Tapteng Drs. Binsar TH Sitanggang, MSP, dan Pemprov Sumut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, yang juga Ketua Pelaksana Harian Tim Percepatan, Drs. Basarin Yunus Tanjung.

“Kami ucapkan selamat datang kepada Tim Percepatan Pendataan By Name, By Address (BNBA) korban bencana alam Provinsi Sumatera Utara Kabupaten Tapanuli Tengah. Kami berharap dibantu untuk bisa dapat mempercepat bagaimana Tapteng ini cepat pulih, yang pada saat ini akan bergulir bantuan dari Pemerintah pusat bagi masyarakat terdampak dapat menerima bantuan,” kata Mahmud.

Wakil Bupati menegaskan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana melalui pendataan yang akurat. “Bantuan sebenarnya sudah tersedia, bahkan ada di kantor pos maupun bank penyalur. Diperlukan kesesuaian data, ini yang harus kita benahi bersama agar tidak menimbulkan kesenjangan di masyarakat,” tegasnya.

Wakil Bupati Tapteng juga menekankan pentingnya kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi seperti BPBD atau Dinas Sosial, melainkan membutuhkan koordinasi menyeluruh dari OPD.

“Jangan lagi bekerja sendiri-sendiri. Semua OPD harus terlibat aktif dan saling berkoordinasi agar proses penanganan berjalan efektif dan tidak menimbulkan masalah baru di lapangan,” ujarnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Drs. Basarin Yunus Tanjung, menyampaikan, titip salam Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Kita hadir di sini untuk bisa sama-sama bagaimana kita merumuskan kebijakan untuk bisa mempercepat pendataan terkait dengan masyarakat terdampak sebagai akibat daripada bencana alam atau bencana banjir di beberapa waktu yang lalu,” kata Basarin Yunus Tanjung.

Basarin Yunus Tanjung juga menjelaskan bahwa percepatan pendataan BNBA merupakan bagian dari strategi nasional dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Ia menyebutkan, pembentukan tim ini telah mendapat persetujuan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, dengan prinsip utama akurasi, validasi, dan akuntabilitas data yang terintegrasi dengan Sistem Nasional Kebencanaan.

“Pendataan BNBA ini menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan, termasuk penyaluran bantuan serta program rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, data harus benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Tim Percepatan juga akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi teknis seperti Badan Pusat Statistik dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Targetnya, proses verifikasi dan validasi data dapat diselesaikan secara bertahap dalam waktu dekat.

Basarin menambahkan, seluruh pihak yang tergabung dalam tim diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan sinkronisasi dan verifikasi data korban secara langsung.

“Kita tidak lagi memperdebatkan indikator. Fokus kita sekarang adalah menghimpun, memvalidasi, dan mempercepat pelaporan data agar bantuan bisa segera disalurkan,” katanya.

Dengan adanya tim percepatan ini, diharapkan proses pendataan korban bencana di Tapteng menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan, sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.(Benny)

Foto : Pemerintah Tapanuli Tengah dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Rapat Percepatan Pendataan Korban Bencana alam untuk warga Tapanuli Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here