BELAWAN (Media24jam.com) – Miris..! Melihat kondisi di Wilayah Medan bagian Utara khususnya di Kecamatan Medan Belawan, akibat banjir pasang laut (Rob) semakin parah merendam ribuan rumah warga.
Tak hanya menggenangi kawasan pemukiman dan Jalanan, di 6 Kelurahan Wilayah Belawan juga terendam banjir, terparah di Kelurahan Bagan Deli dan juga merendam kawasan daerah jalan Kampar Kelurahan Belawan 1, Pajak Baru Belawan Bahagia, Kampung Kurnia Belawan Bahari, serta kawasan Sicanang Belawan.
Banjir pasang laut mulai muncul kisaran pukul 11.00 WIB siang hingga surut waktu jelang sore hari sekira pukul 16.00 Wib. Dan malam hari sekitar jam 23.00 wib hingga surut sekitar jam 02.00 wib.
Banjir rob yang meresahkan dan melumpuhkan aktivitas warga ini akan terus berlangsung tiap hari hingga sepekan lamanya sejak Rabu kemarin.
Kemarin anak sekolah masih jinjing (gendong) sepatu, Pada Hari Jumat (13/5), lalu junjung tas dan warga yang akan menunaikan Ibadah Sholat Jum’at pun harus ngangkat kain sarung dan celana agar tidak terkenak Air Banjir Pasang Laut (Rob), Hari ini Sabtu (14/5), semakin parah ketinggian air laut mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Tidak hanya menganggu aktivitas warga mulai dari pergi bekerja, maupun yang akan melaksanakan Ibadah sholat ke mesjid, memasak, melainkan juga bagi anak sekolah generasi penerus bangsa yang hendak menuntut ilmu pulang perginya ke sekolah juga terkena dampak dari banjir rob setinggi selutut orang dewasa di jalanan tidak bisa dilalui sepeda motor.
“Tengok la bang, anak- anak itu kemarin terpaksa menjinjing sepatunya, sekarang malah menjunjung tas agar tak basah peralatan buku sekolah untuk pergi ke sekolah, bahkan kami yang mau sholat ke mesjid terpaksa mengangkat kain dan celana tinggi-tinggi agar tak terkena pasang air laut,”ungkap Aswin selaku warga Kelurahan Bagan Deli Belawan tersebut.
Lanjut dikatakannya, sampai kapan warga Belawan harus merasakan derita seperti ini, karena setiap hari siang dan malam selalu kedatangan tamu tak diundang.
“Yang lebih miris lagi Kota Medan setiap kali dilanda Banjir pasti ada Posko Darurat (Bantuan). Tapi kenapa di Belawan tidak pernah ada Posko Bantuan dari pihak Pemerintahan..?? terkesan Medan Belawan dianak tirikan,” ucap Ketua HNSI Keluarahan Bagan Deli itu.
Percuma juga di Medan Utara ada sekitar 12 Orang perwakilan Rakyat yang duduk dikursi Empuk DPRD Kota Medan tetapi mereka terkesan tidak perduli dan tidak ada perhatian nya.
“Sewaktu pencalonan menjadi Anggota Dewan aja mereka selalu menebar kebaikan, memberikan angin surga dan pencitraan, tapi ada juga 1, 2 orang yang masih peduli. Jadi saat ini Warga Belawan sudah bijak dan pintar untuk memilih wakil Rakyat untuk 2024 mendatang,” cetusnya dengan kesal.
Warga Belawan berharap kepada Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan agar cepat tanggap mencari solusi untuk penanggulangan Banjir Air Pasang yang selalu menghantui Warga Belawan.
“Kami berharap kepada pak Gubernur Edi Rahmayadi dan Pak Wali Kota Medan agar cepat tanggap dan mencari solusi untuk penanggulangan banjir rob ini, kami juga sudah capek selalu diberikan janji janji palsu,” harapnya. (Hen)