Breaking News! Terduga Maling Motor Nyaris Tewas Dihajar Massa di STM Hilir, Warga Soroti Dugaan Jaringan Pencurian

0
2

DELI SERDANG | Media24jam.com – Seorang pria yang diperkirakan berusia sekitar 35 tahun, dan hingga kini belum diketahui identitasnya, nyaris tewas setelah menjadi sasaran amukan massa di Dusun V Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Selasa malam (7/7/2026).

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Terduga pelaku diduga berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor NMAX warna hitam putih tanpa nomor polisi karena baru dibeli sekitar dua pekan lalu. Kendaraan tersebut merupakan milik Ginting, warga Dusun I, Desa Negara Beringin.

Mengetahui motornya raib, korban bersama warga langsung melakukan pengejaran secara spontan. Informasi pencurian dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut hingga memicu ratusan warga dari sejumlah desa ikut memburu pelaku.

Sekitar dua kilometer dari lokasi pencurian, tepatnya di Desa Limau Mungkur, pelaku akhirnya terdesak. Ia nekat meninggalkan sepeda motor hasil curiannya dan berusaha meloloskan diri ke area perladangan yang gelap.

Namun upaya itu gagal. Massa mengepung dari berbagai arah hingga berhasil menangkap pelaku di kawasan persawahan. Pelaku kemudian dibawa ke balai pertemuan di Dusun V Bintang Meriah.

Di lokasi tersebut, warga sempat menginterogasi pelaku yang disebut mengakui perbuatannya. Tak lama kemudian, pelaku dibawa kembali ke Desa Negara Beringin.

Saat personel Polsek Talun Kenas datang untuk mengamankan dan mengevakuasi pelaku, situasi sempat memanas. Polisi harus bekerja keras menenangkan massa yang emosi. Beruntung, sekira pukul 22.00 wib, pelaku akhirnya berhasil diamankan untuk diproses sesuai hukum.

Dalam kondisi luka parah akibat menjadi bulan-bulanan massa, pelaku sempat mendapat penanganan di Puskesmas Talun Kenas sebelum dirujuk ke RSU Sembiring Delitua.

“Lukanya cukup serius sehingga harus dirujuk ke rumah sakit di Delitua,” ujar Kapolsek Talun Kenas, AKP Ronald P. Manullang di Puskesmas Talun Kenas.

Di balik peristiwa itu, keresahan warga terhadap maraknya pencurian sepeda motor di wilayah STM Hilir kembali mencuat. Warga menduga aksi pencurian yang berulang kali terjadi bukan dilakukan secara acak, melainkan kemungkinan melibatkan jaringan yang telah memantau pergerakan calon korban. Dugaan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan aparat kepolisian.

Menurut warga, kasus kehilangan sepeda motor di wilayah tersebut sudah berulang kali terjadi, bahkan di lokasi yang ramai seperti depan warung kopi. Waktu kejadiannya pun tidak menentu, mulai pagi, siang, sore hingga malam hari.

Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya sejumlah kendaraan dilaporkan hilang, di antaranya milik seorang pengusaha kedai kopi, pemilik warung kopi lainnya, karyawan PT JJAA, serta karyawan PKS PT LAB.

Ironisnya, sebagian korban memilih tidak melaporkan kasus yang dialaminya ke pihak kepolisian karena menganggap proses pengurusan laporan cukup rumit.

Warga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus-kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat serta mengungkap apakah terdapat jaringan pelaku yang beroperasi di wilayah tersebut.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here