TANAH KARO (Media24jam.com) – Mengingat tingginya harga pupuk pertanian sehingga tidak sesuai lagi dengan harga penjualan hasil pertanian, dalam hal ini dikeluhkan oleh petani di Tanah Karo, hal ini berakibat banyak kelompok Tani ataupun kelompok dari Gereja membuat sendiri pupuk organik.
Hal ini dilakukan petani guna meringankan ataupun menghemat biaya, sehingga petani tidak merasa berat dalam mengeluarkan biaya. Begitu juga halnya turut dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Har-Har Gunanta, turut menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik yang dipandu oleh Dosen LPPM IPB di lokasi Har Har Meeting & Coffee jalan Lingkar Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe, Kamis (28/7) sekira pukul 11.00 WIB.
Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Kadis Pertanian Kabupaten Karo Ir. Metehsa Karo Karo dan dibuka oleh Kades Kacaribu Suhardi Tarigan. Sementara dalam kegiatan ini, hadir nara sumber di pelatihan itu, Dosen dibidang Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Suria Tarigan, Dr. Budi Nugroho dan Dr. Baba Barus.
Menurut ketua Poktan Har Har, Gunanta Hanna Bangun.SE mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para petani, mengingat harga pupuk kimia saat ini sangat mahal harga belinya dan tentunya tidak semua Petani dapat mampu beli pupuk non organik.
“Pembuatan pupuk organik ini sangatlah membantu kita para petani, terlebih Pemateri kita telah berpengalaman sekaligus dengan hadirnya para pemerhati pertanian yang sudah melanglang buana ke semua daerah.”ujar Gunanya.
“Ilmu yang dibagi ke petani sangat bermanfaat sekali, tentu ini menambah wawasan dan masukan yang sangat berharga untuk para petani dalam mengembangkan pupuk kompos ini,”Jelasnya melanjutkan.
Begitu juga dalam penyampaian Dr. Budi Nugroho, dimana penggunaan pupuk organik dalam usaha pertanian merupakan keniscayaan, akibat kebutuhan pasokan harga tinggi dan konstan sebagaimana kebutuhan tanaman hortikultura pada umumnya.
Disamping itu, dengan meningkatnya harga pupuk akhir-akhir ini, mengakibatkan menurunnya keuntungan petani karena biaya pupuk dapat mencapai lebih dari 50 persen dari biaya produksi.
“Salah satu solusi mengurangi ketergantungan kepada pupuk anorganik ini adalah dengan membuat pupuk organik dari bahan baku yang tersedia secara lokal dan kemudian membuat campuran pupuk sintetik dan pupuk organik yang berimbang. Target utama pengembangan pupuk organik adalah menurunkan penggunaan pupuk mineral, mengurangi biaya untuk usaha pertanian dan mengurangi beban lingkungan yang secara ekonomi sulit dihitung,” paparnya.
Lanjutnya lagi, dalam mengelola pupuk organik selama ini adalah ada anggapan kesulitan membuat dari bahan baku lokal dan volumenya yang bersifat besar sehingga meningkatkan biaya dalam transport serta pemakaian tenaga dalam menyebarkannya dilahan.
“Dilain pihak kegagalan produksi hortikultura sangat sering diakibatkan oleh hama dan penyakit, oleh karena itu pasokan pupuk organik/bahan organik yang aman dan berkualitas akan lebih baik. Untuk mencegah degradasi lahan, maka penerapan pengelolaan lahan sesuai kaidah konservasi tanah dan air akan digabungkan dengan penggunaan pupuk yang tepat,” ujarnya.
Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Karo,Ir. Metehsa Purba menyampaikan, “Bahwa niat dari pada narasumber ini meningkatkan produktivitas pertanian Kabupaten Karo yang kita ketahui 70 persen adalah Petani, jadi hasil pertanian itu harus meningkat. Sebenarnya kami sudah melakukan produksi POC ke hampir setiap Kecamatan di Kabupaten Karo, artinya kami sedang giat-giatnya memproduksi pupuk organik ini kepada petani, artinya kita siap kerjasama dengan seluruh para Petani,” ujar Metehsa Purba yang juga Kadis Pertanian Kabupaten Karo tersebut. (Ton)




