Dekan FEB Universitas Dharmawangsa Nilai Tata Kelola Keuangan Pemko Medan Efektif, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

0
9

MEDAN | Media24jam.com — Tata kelola keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dinilai semakin efektif dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui penerapan kebijakan inovatif dan digitalisasi sistem pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dharmawangsa, Amri Nasution, Selasa (28/4/2026).

Menurut Amri, kebijakan yang diterapkan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menunjukkan arah pengelolaan keuangan yang adaptif dan aplikatif, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di Kota Medan.

“Penguatan sistem digitalisasi yang dikembangkan pemerintah sudah mampu diimplementasikan dalam pelayanan publik, dan ini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, tata kelola keuangan yang baik turut memberikan kontribusi bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dalam meningkatkan kapasitas dan pertumbuhan usaha.

“Dampaknya terasa pada ekonomi mikro dan menengah. Namun, sistem ini perlu terus disosialisasikan agar pelaku UMKM dapat memanfaatkannya secara optimal,” kata Amri.

Pemko Medan sebelumnya juga meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai Terbaik II kategori Creative Financing tingkat kota se-Regional I Sumatera dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Rico Waas di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Amri menilai, capaian tersebut menjadi indikator bahwa inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif dan layak untuk terus dikembangkan.

Salah satu inovasi yang disoroti adalah peluncuran aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization), yang memungkinkan sistem pembayaran pajak daerah dengan mekanisme pemisahan tagihan (split bill) secara real-time.

“Inovasi ini mempermudah optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan patut terus dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Rico Waas menyatakan bahwa penghargaan yang diterima menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan akuntabel.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi dorongan untuk terus memperbaiki pengelolaan anggaran demi kesejahteraan masyarakat,” kata Rico.

Dalam penilaian kategori creative financing, pemerintah pusat menitikberatkan pada kemampuan daerah dalam menciptakan inovasi pembiayaan, termasuk optimalisasi pajak dan retribusi, pengelolaan aset dan BUMD, pemanfaatan CSR, serta implementasi sistem digital seperti SIPD, KKPD, ETPD, SPBE, dan opini laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

Dengan capaian tersebut, Pemko Medan diharapkan mampu terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayahnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here