Diduga Penyuka Sesama Jenis Kepsek ‘Homo’ Didemo Wali Murid

0
581

MEDAN (media24jam.com) –  Seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, didemo puluhan wali murid. Ia dipaksa mundur dari jabatannya karena diduga memiliki kelainan seksual alias penyuka sesama jenis atau Homo.

Sambil membawa poster bertuliskan Kepsek tidak bermoral, puluhan orangtua murid melakukan aksi di depan sekolah. Mereka mendesak agar Kepsek ‘Homo’ berinisial JS itu mundur dari jabatannya.

Raiman, salah satu orang tua murid mengatakan, kasus ini sudah lama terjadi. Bahkan sempat viral di media sosial Facebook pada April 2020. Di mana, ada akun atas nama Jefri Simbolon yang mengungkapkan bagaimana hubungan kepsek JS dengan JU.
“Kami berembug guru dan murid agar tidak ada korban. Ini sudah diketahui ibu lurah dan Camat Medan tuntungan. Di hadapan ibu lurah, JU sudah mengakui punya hubungan badan dan di hadapan kami tanggal 13 April JU mengakui semuanya,” ujarnya kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Rabu (23/12/2020).

Menurut dia, pada 14 Desember, JS datang ke salah satu rumah orang tua murid. Di sana JS juga mengakui postingan gambar di facebook dan juga mengakui hubungan sesama jenis dengan JU.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan (Disdik) Medan belum bisa menjatuhkan sanksi kepada JS, kepala SD di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.

Alasannya, tidak ada bukti bahwa JS homo sebagaimana yang dituduhkan para orang tua murid dalam demo yang digelar di sekolah.
“Belum ada bukti terkait tuduhan-tuduhan tersebut,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Disdik Medan, Sugerno, Rabu (23/12/2020).

Ia mengatakan tidak bisa sembarangan menuduh seseorang memiliki kelainan orientasi seksual. “Kalau tidak terbukti, bisa berbalik ke kita,” sebutnya.

Meski begitu, beberapa waktu lalu JS telah menyampaikan surat tertulis kepada Disdik Medan untuk mempertimbangkan posisinya. “Tidak ada JS mengaku (homo), beliau hanya meminta menyurati. Dimana, dengan segala persoalan yang ada, minta dipertimbangkan. Tapi bukan meminta mundur,” terangnya. (*/ok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here