Geger…!! Penemuan Mayat Wanita di Kebun Karet Desa Mombang Boru.

0
572
Jasad Mrs X yang ditemukan pencari kayu bakar di kebun karet milik Maringan Hutauruk.

TAPTENG (Media24jam.com) – Warga Desa Mombang Boru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas, di kebun karet milik Maringan Hutauruk, di Dusun IV Desa  Mombang Boru, Rabu (8/6/2022), sekira pukul 15.00 WIB.

Diketahui bahwa Mayat perempuan tersebut memiliki ciri-ciri tinggi lebih kurang 145 cm, kulit sawo matang, rambut pendek ikal beruban, bertubuh kurus, umur lebih kurang 60 tahun. Memakai kaos lengan panjang warna pink corak hati, dan celana tidur panjang motif bunga-bunga corak hitam dan pink.

Dalam hal ini Mayat pertama kali ditemukan Eslina Hutauruk (58), warga sekitar, yang hendak mengambil kayu bakar. Dimana saat ditemukan posisi mayat telentang menyamping ke kiri.

Diperkirakan mayat tersebut telah meninggal 2 hari yang lalu. Karena dilokasi tersebut, mayat sudah mengeluarkan bau tak sedap, dan seluruh wajahnya telah di hinggapi belatung dan semut.

Disebelah mayat juga ditemukan tutup kepala (sejenis songkok) berwarna hijau, serta 5 meter dari lokasi mayat tergeletak, ditemukan satu pasang sendal jepit warna biru. Jarak penemuan mayat dengan jalan desa sekitar 50 meter. Secara kasat mata, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Penemuan mayat Mrs X dibenarkan Kapolsek Sibabangun, Iptu Dela Antomi, Ia menyebutkan jika pihaknya sedang melakukan identifikasi dan olah TKP.

“Ia benar Mayat sudah kita evakuasi ke Puskesmas Sibabangun untuk keperluan visum,” ujar Dela.

Pria pemilik dua balok emas dipundaknya ini menghimbau kepada masyarakat yang kehilangan keluarga agar datang ke Mapolsek Sibabangun, untuk memastikan apakah mayat tersebut merupakan anggota keluarga.

“Jika ada yang kehilangan anggota keluarga, disilahkan datang ke Polsek Sibabangun. Mana tau mayat dengan ciri-ciri tersebut merupakan keluarga,” himbau Kapolsek Sibabangun.

Iptu Dela Antomi juga menambahkan, jika dalam kurun waktu 6 jam dari penemuan tidak ada warga yang merasa kehilangan, pihaknya akan menitipkan mayat tersebut ke pihak RSUD Pandan.

“Jika tidak ada yang kehilangan, mayat selanjutnya akan kita titipkan di RSUD Pandan,” tutupnya. (ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here