DELI SERDANG| Media24jam.com – Kerusakan jalan tani di Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, memicu kemarahan Ketua SPSI Desa Negara Beringin, Lurah Bakin Manik, Rabu (24/6/2026).
Lurah Bakin Manik menilai kerusakan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian diduga akibat aktivitas pengangkutan kayu oleh pihak yang diduga melakukan pencurian di kawasan tersebut.
“Jalan menuju ladang ini saya yang membenahinya. Jangan seenaknya dirusak demi kepentingan pribadi. Kalian ini sudah dapat dipastikan mencuri. Punyak China ini. Saya tau persis karena Jabon ini dulu seingat saya, bapakku yang dapat tender pengerjaan penanaman bibitnya. Jadi dapat dipastikan Jabon ini bukan punya kalian. Mencuri kalian ini,” tegas Bakin Manik kepada diduga pelaku saat mendatangi lokasi.
Menurutnya, lokasi yang menjadi sorotan merupakan areal tanaman Jati Ambon (Jabon) milik seorang warga keturunan Tionghoa. Ia menduga praktik pengambilan kayu secara ilegal di kawasan tersebut telah berlangsung cukup lama.
Bakin Manik mengungkapkan, pelaku diduga kerap berdalih hanya mengangkut pohon yang tumbang. Namun berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah batang pohon yang ditebang disebut masih dalam kondisi hidup dan berdiri tegak sebelum ditebang.
“Selama ini alasannya mengambil kayu tumbang. Tetapi faktanya, ada pohon yang masih tumbuh dan berdiri utuh justru ditebang,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pria berinisial PB yang berada di lokasi membantah tudingan pencurian kayu tersebut. Kepada wartawan, ia mengaku bersama rekan-rekannya merupakan penjaga kebun yang bertugas membersihkan area dari pohon dan kayu yang tumbang.
“Kami bukan pencuri. Kami bekerja sebagai penjaga kebun dan hanya membersihkan kayu-kayu yang tumbang,” ujar PB.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pencurian kayu maupun kerusakan jalan tani tersebut. Warga berharap aparat segera turun tangan untuk mengusut persoalan yang menimbulkan polemik di tengah masyarakat itu.(*).




