​SIPISPIS MEMBARA! Ketua DPRD Sergai Turun Tangan Bikin ‘Meja Damai’!

0
3

​SERGAI | MEDIA 24 JAM.COM-Sengketa lahan di Kecamatan Sipispis berujung mencekam dan banjir darah! Puluhan warga yang mengatasnamakan Kerajaan Nagur Bolak terlibat bentrok hebat berkecamuk dengan karyawan PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE). Akibat amuk massa yang membabi buta, puluhan kendaraan hangus jadi arang dan sejumlah korban terkapar bersimbah darah.


​Tragedi mengerikan ini pecah di Dusun VII, Desa Tinokkah, Kecamatan Sipispis, Kamis (25/6/2026) siang bolong sekitar pukul 14.00 WIB. Suasana perkebunan karet yang tadinya tenang mendadak berubah menjadi medan perang. Aksi saling kejar-kejaran bak film laga tak terhindarkan antara warga dan karyawan.


​Massa yang tersulut emosi langsung mengamuk dan membakar membabi buta! Tercatat, 27 unit sepeda motor yang diduga milik karyawan dan 1 unit truk Fuso raksasa (BK 8239 TR) milik perusahaan ludes dilalap si jago merah hingga menyisakan kerangka.

Tak hanya kerugian materiil, beberapa warga juga dilaporkan luka-luka mengenaskan hingga harus dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar demi menyelamatkan nyawa mereka.


​HGU Mati Sejak 2022, Pemkab Tekor!
​Melihat situasi yang makin genting dan mencekam, Ketua DPRD Serdang Bedagai (Sergai), Togar Situmorang, langsung pasang badan. Politisi ini menegaskan bakal segera memanggil semua pihak yang bertikai untuk dipaksa duduk bersama di meja mediasi.


​”Kita duduk bersama lagi. Nanti akan saya panggil semua pihak untuk dilakukan mediasi. Pihak perkebunan juga seharusnya mengundang masyarakat yang bersangkutan agar bisa duduk bersama,” tegas Togar dengan nada serius, Jumat (26/6/2026).


​Usut punya usut, ternyata Hak Guna Usaha (HGU) PT Bridgestone di lahan panas tersebut sudah mati alias berakhir sejak tahun 2022 lalu! Hingga kini, status tanah tersebut masih luntang-lantung dalam proses pengurusan di BPN RI Jakarta.


​Gara-gara konflik berkepanjangan ini, Pemerintah Kabupaten Sergai ketiban apes karena mengalami kerugian besar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lahan tersebut macet total sejak empat tahun lalu.


​”PAD untuk Serdang Bedagai dari lahan yang berkonflik itu sudah berhenti sejak 2022. Tidak ada lagi yang bisa dipungut dari PT Bridgestone untuk lahan tersebut,” bongkar Togar.


​Di akhir kalimatnya, Togar mengetuk hati kedua belah pihak agar menahan diri dan menghentikan aksi brutal yang merugikan semua orang. “Semoga ke depan masyarakat dan pihak perkebunan tidak lagi melakukan tindakan anarkis,” pungkasnya berharap perang saudara ini segera berakhir damai.(hrp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here