SIMALUNGUN | MEDIA 24 JAM.COM-Kasus tewasnya Jonres Marindan Sinaga (33) yang jasadnya membusuk di kebun kelapa sawit Simpang Nagojor, Kecamatan Tanah Jawa, makin bikin darah tinggi! Sudah satu tahun lebih kasus ini mengendap bak air keruh, tapi sang eksekutor masih melenggang bebas tanpa tersentuh hukum.
Tak tahan melihat kasus suaminya jalan di tempat sejak April 2025 lalu, Fitri Suryani Panjaitan, sang istri, akhirnya nekat mendatangi Polres Simalungun bersama keluarga besarnya. Mereka menuntut keadilan atas tewasnya Jonres yang dinilai mati secara tidak wajar.
”Keluarga sudah gemas! Kasus ini seperti sengaja dibiarkan jalan di tempat sejak tahun lalu. Kami minta pembunuhnya segera ditangkap!” tegas salah seorang keluarga korban dengan nada tinggi di markas polisi.
Merasa “tersentil” oleh desakan keluarga, tim Satreskrim Polres Simalungun akhirnya terpaksa membongkar ulang teka-teki misterius ini melalui prarekonstruksi maraton. Tak tanggung-tanggung, ada 40 adegan yang diperagakan di 7 lokasi berbeda, mulai dari rumah korban, hingga kebun sawit berdarah tempat jasad Jonres membusuk.
Demi mengurai benang kusut, polisi sampai memboyong 7 saksi kunci. Bahkan, dua di antaranya harus dijemput paksa dari balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.
Dalam reka ulang tersebut, terkuak fakta mengejutkan. Di malam berdarah itu, lokasi kejadian diduga kuat menjadi sarang transaksi dan pesta sabu-sabu, sekaligus arena pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Sebuah egrek besi berdarah pun dihadirkan petugas sebagai barang bukti anyar.
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Simalungun, Ipda Gagas Dewanta Aji, tak menampik banyaknya kebohongan yang saling bentrok di lapangan selama proses rekonstruksi.
”Di lapangan, keterangan para saksi ternyata saling bertolak belakang. Alibi mereka banyak yang tidak nyambung. Namun dari situ, kami justru menemukan beberapa fakta baru yang selama ini tersembunyi,” beber Ipda Gagas Dewanta Aji kepada Wartawan, Jumat (7/8/2026).
Meski arena kejadian pekat dengan aroma narkoba dan aksi maling sawit, polisi menegaskan tak bakal terkecoh. Sebab, hasil autopsi RS Bhayangkara Medan sudah keluar dengan vonis mutlak, Jonres tewas dibunuh secara sadis.
Anehnya, meski 40 adegan sudah diperagakan dan bau amis kejahatan makin tercium, hingga kini belum ada satu pun nama yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik mengaku masih mengumpulkan puzzle dari prarekonstruksi sebelum melangkah ke rekonstruksi resmi.
Akankah dalang pembunuhan Jonres segera berbaju oranye, atau kasus ini kembali ditelan bumi? Publik kini menunggu keberanian polisi! (*/red)




