KEPRI I Media24jam.com- Kerusuhan Foodcourt Pacific terjadi secara masal, yang melibatkan antar pengunjung. Dalam peristiwa kerusuhan Foodcourt Pacific tersebut juga di warnai hujan botol minuman keras dan gelas. Suara pecahan kaca juga terdengar sangat bising.
Baca Juga: Judi Kasino Omset Ratusan Juta Beroperasi di Komplek Penuin Centre Batam
Kerusuhan Foodcourt Pascific terjadi pada Jumat (9/9/2022), sekitar pukul 3.30 subuh. Foodcourt Pacific ini tepat berada pada belakang Hotel Pacific. Wilayah hukumnya berada di wilayah Kecamatan Batuampar, kota Batam-Provinsi Kepri. Rekaman video kerususan masal di lokasi itupun telah viral di media sosial.
Penelusuran meia ini, Foodcourt Pacific awalnya adalah tempat makan bersama keluarga dan kerabat. Atau lazim disebut dengan Pujasera (Pusat Jajanan Serba ada). Namun belakangan telah berubah fungsi menjadi tempat dugem, pentas hiburan party, tarian erotis, pesta minuman keras dan narkoba jenis pil Ektasi.
Tentunya perizinan Foodcourt Pacific juga perlu di pertanyakan. Selain itu, tempat hiburan malam ini juga sangat rawan dengan adanya peredaran narkoba. Lalu, bagaimana sikap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri dalam menyikapi persoalan terssebut.
Baca juga: Dinas Cipta Karya Pemko Batam Diduga Manipulasi Nilai Anggaran Proyek Optimalisasi WTP Sembulang
Sebelum terjadi kerusuhan di Foodcourt Pacific, pihak management mengadakan berbagai acara Party bagi para pengunjung. Mulai dari menyanyi, tarian erotis, dan musik disco layaknya Discotic. Bagi pemuja dunia hiburan malam di kota Batam pada setiap malam Jumat di kenal dengan sebutan Malam Ladies.
Dalam pentas hiburan itu, pihak management juga mengundang DJ Rere yang masuk dalam papan atas Mlantika Musik Indonesia. Baru sekitar satu jam dia manggung, riak-riak kerusuhan sudah tampak.
Mulai dari suara gaduh adu mulut antar pengunjung, lalu di susul dengan adanya lemparan gelas dan botol minuman keras secara tiba-tiba di tengah kerumunan pengunjung Foodcourt Pacific.
Selanjutnya, adanya lemparan gelas dan botol memancing emosi pengunjung lainnya. Sahut menyahut lemparan botol dan gelas akhirnya terjadi. Bahkan meja dan kursi ikut berterbangan. Acara party yang di meriahkan DJ Rere itu akhirnya bubar.
Ditemui media24jam.com, seorang pengunjung, Rian, mengaku sangat kecewa berat atas kejadian tersebut. Dia mengatakan, padahal pada jam segini lagi tinggi-tingginya. “Sia-sia saya beli obatnya mahal, tapi tidak bisa Happy,” ujarnya.
Dayat, seorang pengunjung lainnya juga turut kecewa. “Inilah kalau jadi penumpang kelas ekonomi. Mau Happy sebentar saja sudah banyak gangguan. Besok-besok mending Happy di dalam Diskotik Pacific aja. Tidak banyak gangguan, ceweknya cantik-cantik dan obatnya-pun lebih bagus,” katanya.
Baca Juga:
- Viral: Judi Gelper di Batam “SETOR ke Konsorsium 303 Jakarta”
- Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Semua Praktek Perjudian
Sementara itu, Dedi selaku pemilik Pacific belum memberi keterangan Pers terkait berapa kerugian dan awal mula terjadi kasus kerusuhan masal pada malam itu. Sedangkan, Along, yang di sebut sebagai Manager Foodcourt Pacific saat di konfirmasi media24jam.com pada Jumat malam (9/9/2022) melalui pesan WA juga belum membalas untuk memberi keterangan. (Handreasseru)
Artikel Lainnya:




