Ketua MUI Apresiasi Polres Langkat

0
664

LANGKAT,  (media24jam)  –  Ketua MUI apresiasi langkah cepat Kapolres Langkat dalam meredam keributan yang melibatkan ratusan masyarakat di Kecamatan Bohorok, yang terjadi pada beberapa hari lalu.

Hal tersebut dinyatakan H Mahfudz kepada kepada Wartawan, Selasa (14/1/2020), terkait dalam menyikapi peristiwa tragis tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat H Mahfudz menilai peristiwa amuk masa di Desa Tanjung Lenggang Kecamatan Bohorok Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang terjadi pada Jum’at (11/1/2020) yang lalu, tidak berdampak luas bagi kehidupan dan keberagaman di Kabupaten Langkat.

“Peristiwa tersebut tidak berdampak luas ke daerah lain di Kabupaten Langkat, dan patut diapresiasi langkah cepat Kapolres Langkat bersama jajarannya dalam melokasir dan mengantisipasi kerusuhan ke wilayah lain di Kabupaten Langkat ini,” sebut Mahfudz.

Kita mempercayakan kepada Polres dalam hal gakkum, dan sama sama kita menjaga kondusifitas Kabupaten Langkat .

Dan kepada masyarakat juga, agar tidak main hakim sendiri. Bila ada permasalahan hukum yang dihadapinya, dan polri akan menindak tegas pelaku yang main hakim sendiri.

Sebelumnya diketahui, untuk saat ini situasi sudah kondusif aman terkendali. 

Sementara itu, Kapolres Langkat, Doddy Hermawan SIK, mengatakan, semua proses adalah bagian dari penegakan hukum, agar tidak terjadi lagi tindakan – tindakan main hakim sendiri. Kami harap seluruh masyarakat dapat menghormati dan mematuhi hukum.

Pelaku pemerasan untuk tersangka aatas nama Gojo Tarigan sudah diamankan, dan 12  pelaku pembakaran serta penganiayaan, penahanan diambil alih oleh Polda Sumut.

Saat ini mereka berada di Polda sumut. Dan keadaan mereka semua Alhamdulillah sehat wal afiat, katanya.

Sebelumnya juga diketahui, kronologis kejadian, yakni bermula Tersangka atas nama Gojo Tarigan menagih uang Rp.20 juta kepada suami septiana atas nama Memet, tapi suami korban tidak ada dan tidak bertemu dengan tersangka Gojo tarigan. 

Kemudian korban pergi kerumah kepada desa, selanjutnya tersangka juga datang kerumah kepala desa untuk meminta uang tersebut kepada korban, namun korban menyampaikan tidak mampu membayar. Kemudian tersangka emosi dan terjadi adu mulut.

Tersangka mengeluarkan kata – kata paksaan terhadap korban untuk membayar. Sehingga korban merasa dirugikan dan membuat laporan. (rz)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here