dengan Universitas Prima Indonesia melaksanakan asesment terhadap 59 ASN. Pelaksanaan asesment terhadap ASN ini, dihadiri lansung oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Prima Indonesia Sri Harti.
Kabag.Tata Usaha Ibu Dame Elfrida Purba, SH, M.Si, menyebutkan, pelaksanaan asesment terhadap ASN yang laksanakan belum lama ini bertujuan agar ASN nantinya dapat ditunjuk sebagai Tim Kelompok Kerja (POKJA) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Dikatakan Dame,bahwa kegiatan asesment ini juga ditujukan untuk menyeleksi ASN yang berkompeten dan berintegritas tinggi yang nantinya akan menjadi agen agen perubahan dan akan ditetapkan sebagai anggota pada kelompok kerja masing masing dalam rangka mempersiapkan Lapas Kelas I Medan Menuju WBK/ WBBM pada tahun 2022.
“Pelaksanaan Assesment yang diikuti 59 orang ASN semuanya telah diseleksi memiliki integritas tinggi ini,”kata Kabag.Tata Usaha Ibu Dame Elfrida Purba, SH, M.Si. Jumat (4/2/2022).
Dame berharapan, pelaksanaan Assesment yang dilakukan para ASN, nantinya akan memberikan gambaran mengenai karakteristik psikologi dari peserta assessment tersebut.
“Karna hasil yang diperoleh,selanjut lnya akan kembali diserahkan ke Lapas sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan posisi pada Tim Pokja masing masing,”sebut Dame.
Lebih jauh Kabag Tata Usaha Dame Elfrida Purba, SH, M.Si, menjelaskan, yang mana nantinya assesment ini sangat urgent untuk dilaksanakan, mengingat tujuan “right man on the right place” menjadi sangat penting dalam hal menentukan penempatan anggota tim pokja.
“Kepada ASN yang mengikuti assesment Dame berpesaan, agar ASN yang mengikuti assesment dapatmengerjakan test yang diberikan dengan sebenar-benarnya agar kita tidak salah dalam hal penempatan tim pokja, yang tentunya akan berpengaruh terhadap kinerja kita kedepannya,”ucap Dame.
Lapas Kelas I Medan sangat mengapresiasi Universitas Prima Indonesia atas kesediannya melakukan assesment terhadap petugas di Lapas Kelas I Medan.
“Hal tersebut kata Dame, agar petugas di Lapas Kelas I Medan yang mengikuti assesment dapat membentuk tanggung jawab dan resposibilitas bersama terhadap isu isu dan masalah masalah yang muncul di pemasyarakatan selama ini.
Menurut Dame, bahwa Lembaga Pemasyarakatan merupakan pilar terakhir yang mengemban tugas untuk menyelesaikan masalah yang ada di dalam Lapas.
Sedangkan Sivitas Akademika kata Deme berperan sebagai wadah awal pembentuk moral masyarakat di luar Lapas.”Semoga sinergi seperti ini dapat terus berkesinambungan,” pungkasya (lin)




