KARO | MEDIA 24 JAM.COM-Jagat maya dan warga Sumatera Utara digegerkan oleh tewasnya seorang remaja pendaki Gunung Sibayak, Refael Christio Sihotang (17). Warga Jalan Timah, Kota Medan ini meregang nyawa setelah diduga dianiaya secara brutal di Pos Pengutipan Retribusi Kehutanan Gunung Sibayak, kawasan Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Jumat (10/7).
Aksi main hakim sendiri ini langsung direspons cepat oleh aparat kepolisian. Petugas bergerak mengepung lokasi dan langsung memasang garis polisi di dua titik tempat kejadian perkara (TKP).
Kanit Reskrim Polsek Berastagi, AKP Mastergun Surbakti, saat dikonfirmasi langsung menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah mengamankan para terduga pelaku.
”Kami setelah menerima informasi langsung bergerak cepat. Sementara ini enam orang telah diamankan untuk dimintai keterangan,” tegas AKP Mastergun Surbakti dengan nada geram.
Informasi yang dihimpun Minggu (12/7/2026) mengungkapkan kronologi berdarah tersebut. Korban Refael dijemput paksa oleh sejumlah petugas pengutip retribusi menggunakan mobil angkutan kota (angkot), lalu diseret ke Pos Retribusi Kehutanan Jaranguda.
Seorang warga setempat yang meminta namanya dirahasiakan membeberkan aksi sadis tersebut kepada wartawan.
”Setelah sampai di lokasi, korban diduga dipukuli sampai hancur dan mengalami luka serius. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Efarina, namun saat tiba di rumah sakit ternyata sudah meninggal dunia,” bisik sumber tersebut dengan wajah pucat.
Berdasarkan selentingan kabar di TKP, aksi brutal ini dipicu oleh tuduhan sepihak terhadap korban. Korban dituding pernah terlibat pencurian sepeda motor beberapa bulan lalu, dan kembali dituduh mengambil barang milik pendaki lain di kawasan Gunung Sibayak.
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa isu miring tersebut masih sebatas dugaan liar yang belum terbukti kebenarannya.
Hingga kini, polisi telah menyita satu unit angkot yang dipakai menjemput korban, serta mengamankan sopir beserta para petugas pos retribusi yang berjaga saat malam berdarah itu terjadi.
Guna mengungkap tabir kematian korban, jenazah Refael langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Medan untuk dijalani autopsi.
Polisi menegaskan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan memastikan setiap pihak yang terlibat diseret ke meja hijau.(ton)




