Ngerinya Pemkab Deli Serdang! Korban Puting Beliung Terpaksa Berutang Demi Perbaiki Rumah, Bantuan Matrial Tak Kunjung Datang

0
16

STM HILIR | Media24jam.com – Hampir sebulan berlalu sejak angin puting beliung menerjang Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (16/6/2026). Namun, hingga Jumat (10/7/2026), para korban masih menunggu kepastian bantuan perbaikan rumah dari pemerintah.

Ironisnya, di tengah berbagai slogan kepedulian terhadap masyarakat, para korban justru dipaksa bertahan dengan kemampuan sendiri. Demi memiliki tempat tinggal yang layak, mereka rela berutang untuk membeli material bangunan karena bantuan yang dinantikan tak kunjung tiba.

“Sudah kami perbaiki sendiri atap seng rumah yang rusak akibat puting beliung. Tidak mungkin kami terus menunggu uluran tangan yang belum tentu kapan datangnya. Lebih baik berutang dulu. Untung masih ada tetangga yang mau memberi kami pinjaman,” ujar salah seorang korban, Adil Simarmata, kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai kecepatan respons pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah. Ketika rumah warga rusak akibat bencana, bukankah kehadiran negara seharusnya dirasakan melalui bantuan yang cepat dan tepat.

Korban mengaku persoalan itu telah disampaikan ke berbagai pihak, termasuk kepada salah seorang anggota DPRD Deli Serdang. Sementara mantan Penjabat Kepala Desa Negara Beringin, Kornelius Sembiring, juga disebut telah meneruskan laporan ke dinas terkait di lingkungan Pemkab Deli Serdang serta mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah perusahaan.

Namun hingga kini, harapan itu belum membuahkan hasil.

Berdasarkan data BPBD, sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan akibat puting beliung, masing-masing milik Petrus Panjaitan, David Parningotan Hotmarojahan Nababan, dan Adil Simarmata.

Memang, Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa popok bayi, matras, dan sejumlah paket sembako. Namun bagi korban, bantuan tersebut belum menjawab kebutuhan paling mendesak, yakni material bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak.

Bagi masyarakat, bantuan sosial tentu patut diapresiasi. Namun ketika atap rumah telah beterbangan diterjang angin, yang paling dibutuhkan bukan sekadar alas tidur atau paket sembako, melainkan bahan bangunan agar keluarga bisa kembali tinggal dengan aman.

Musibah memang tidak bisa dicegah. Namun lambannya penanganan pascabencana berpotensi menambah penderitaan korban. Jangan sampai masyarakat yang sudah menjadi korban bencana kembali menjadi korban lambannya birokrasi.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here