OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

0
13

Ponorogo, Media24jam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda melalui Kuliah Umum Pasar Modal Syariah yang digelar di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas basis investor domestik sekaligus mencetak investor yang cerdas, bijak, dan memahami risiko investasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi di pasar modal terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, hingga pertengahan Mei 2026 jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor. Dari jumlah tersebut, lebih dari 54 persen merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sementara di Provinsi Jawa Timur, jumlah investor telah mencapai sekitar 3,1 juta orang, menjadikannya provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hasan menegaskan, meningkatnya jumlah investor harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi, termasuk investasi berbasis syariah.

“Investasi saham bukanlah praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah telah memperoleh legitimasi melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Selain itu, pasar modal syariah juga didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” ujar Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Darussalam Gontor. Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah.

Meski demikian, Hasan mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren. Ia meminta para mahasiswa terus belajar memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

“Jangan euforia hanya karena sudah memiliki rekening efek. Teruslah belajar dan pahami risiko di balik setiap keputusan investasi. Selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai investasi sangat penting agar mahasiswa tidak mudah menjadi korban penipuan investasi di era digital.

Ia berharap para mahasiswa mampu mengelola keuangan dengan baik serta memiliki pengetahuan yang cukup sebelum berinvestasi secara daring.

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Jawa Timur. Selain di Universitas Darussalam Gontor, kegiatan juga mencakup sosialisasi pasar modal di Pemerintah Kota Kediri, talkshow pasar modal di Radio Andika Kediri, serta sosialisasi perdagangan karbon di Bursa Karbon bagi lembaga jasa keuangan dan pelaku industri di Kota Madiun.

Melalui SEPMT 2026, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal terus meningkat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan investor domestik sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai Bursa Karbon.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here