GUNUNGSITOLI (Media24jam.com) – Setahun berlalu wabah virus African Swine Fever (ASF) melanda Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Dimana, sebagian besar peternak babi di daerah itu mengalami kerugian.
Untuk meringankan kerugian yang dialami peternak, DPRD Kota Gunungsitoli meminta agar Pemerintah Kota Gunungsitoli membantu masyarakat dengan pengadaan bibit babi.
Demikian disampaikan Anggota Pansus LKPJ DPRD Kota Gunungsitoli, Sa’amboro Laoli, kepada wartawan usai mengikuti rapat paripurna bersama Pemerintah Kota Gunungsitoli, Selasa (11/5/2021).
Sa’amboro menyebut, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Gunungsitoli TA 2021, hasil capaian kinerja Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Pertanian cukup baik.
Namun begitu, ada beberapa catatan penting pihaknya bagi Dinas Ketahanan Pangan Peternakan, dan Pertanian Kota Gunungsitoli untuk ditindaklanjuti, antara lain:
1. Diharapkan Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Pertanian melaksanakan pengadaan bibit babi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat atau peternak pasca wabah virus ASF melanda.
2. Diharapkan Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Pertanian dapat memanfaatkan lahan yang telah dihibahkan masyarakat demi memenuhi kebutuhan dan ketersediaan pangan.
“Kami berharap, Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat menindaklanjuti catatan Pansus LKPJ DPRD ini. Agar kemudian beban masyarakat sedikit berkurang”, ujar Sa’amboro. (Yos)




