MEDAN (media24jam.com) – Penjualan buket bunga di sekitar Universitas Negeri Medan (Unimed) tidak selalu ramai. Saat ditemui pada Jumat (4/9/2026), Sandra, pedagang buket bunga di Jalan Willem Iskandar, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, mengatakan penjualan biasanya lebih banyak ketika memasuki momen wisuda.
Sandra mengaku telah menjalankan usaha buket bunga tersebut selama sekitar empat tahun. Menurutnya, penjualan sangat bergantung pada momen tertentu. Ketika tidak ada kegiatan atau perayaan, jumlah pembeli cenderung menurun sehingga pendapatan dari usaha tersebut ikut sepi.
“Musim wisuda kadang lebih banyak, kalau nggak ada momen sunyi dia kak pendapatannya,” kata Sandra.
Untuk memenuhi kebutuhan pembeli, Sandra menyediakan berbagai pilihan buket dengan harga yang disesuaikan dengan jenis dan bahan yang digunakan. Buket yang dijualnya dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
Meski permintaan meningkat saat musim wisuda, Sandra tidak menaikkan harga buket secara khusus pada momen tersebut. Harga tetap berada pada kisaran yang sama seperti hari biasa.
“Harganya tetap sama,” ujarnya.
Bahan dan perlengkapan untuk membuat buket diperoleh Sandra dari pusat penjualan bahan. Bahan tersebut kemudian digunakan untuk membuat buket sesuai kebutuhan dan permintaan pembeli.
Namun, perubahan harga bahan baku menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga jual. Jika harga bahan mengalami kenaikan, Sandra akan menyesuaikan harga buket yang ditawarkan kepada konsumen.
“Kadang kalau misalnya harga bahan naik, kita naikkan harga buket,” katanya.
Selain persoalan bahan baku, persaingan juga menjadi tantangan yang dihadapi Sandra dalam menjalankan usahanya. Persaingan semakin terasa ketika musim wisuda karena banyak pedagang lain yang turut berjualan buket di sekitar kampus.
“Tantangannya pas momen wisuda, karena pas orang-orang wisuda banyak yang jualan,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat pedagang perlu memiliki cara untuk menarik perhatian calon pembeli. Sandra memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana promosi untuk memperkenalkan buket yang dijualnya kepada konsumen.
Promosi melalui media sosial juga menjadi cara Sandra menjangkau mahasiswa yang membutuhkan buket sebagai hadiah bagi teman atau keluarga yang mengikuti wisuda. Dengan persaingan yang semakin tinggi pada momen tertentu, promosi menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan usahanya.
Selama sekitar empat tahun menjalankan usaha, Sandra berharap penjualan buket bunga yang dilakoninya dapat terus berjalan meski tidak selalu ramai.
“Semoga laris manis lah,” pungkasnya.(Tim)




