MEDAN (media24jam.com) – Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sangat berperan penting untuk menyukseskan program Keluarga Berencana (KB).
Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Temazaro Zega dalam acara Evaluasi PKB, Selasa (8/12/2020) di aula BKKBN Sumut.
“Kerjasama dengan Pemda, melakukan intervensi desa untuk penanganan stunting dan bagaimana intervensi lingkungan dan kesehatan. Maka, PKB ditekankan, ketika lahir anak pertama, harus ada cara berikutnya agar mengatur jarak kelahiran anak sehingga kemungkinan stunting bisa dicegah,” ujar Zega.
Temazaro Zega yang didampingi Sekretaris Yusrizal Batubara dan Humas Ari Armawan juga menyampaikan, tahun 2021, disediakan biaya penggerakan KB melalui BOKB (bantuan operasional keluarga berencana). Selain itu menyiapkan Pil KB yang tidak menggangu ASI dan menyediakan Alat Kontrasepsi (Alkon) Implan yang satu batang.
“Biaya tersebut langsung dari pusat kepada Organisasi Pemerintah Daerah atau Pemda/Pemko masing masing. Semuanya harus bersinergi dengan Pemprov, Pemda agar menggunakan dana Bangga Kencana itu,” kata Zega.
Dijelaskannya, penganggaran tersebut langsung ke Kab/Kota, sedangkan perwakilan BKKBN Sumut hanya membantu stimulus untuk program Bangga Kencana.
“Namun, BKKBN provinsi akan melihat apa yang dikerjakan sudah sesuai dengan Juknis,” katanya.
Zega juga menyampaikan, capaian KB baru sampai Oktober baru 68,9 peraen dan diharapkan bisa naik ke 90 persen. Namun, untuk MKJP khusus MOP mencapai 170 persen, bahkan Sumut juara 1 se Indonesia KB MOP Vasektomi.
Sementara Sekretaris perwakilan BKKBN Sumut Yusrizal mengatakan, untuk PKB dilakukan pengembangan kompetensi berupa pendidikan dan pelatihan. Melaksanakan kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan sosial kultural. Memberikan tunjangan kinerja bagi PKB
“Kita tingkatkan dengan kompetensi tehnis, media sosial dan lainnya. Kita buat pelatihan virtual saat ini. Mereka diajarkan bagaimana menyusun pelaporan, juga ada kursus dan magang bagi PKB,” ujarnya.
Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural kepada PKB, lanjutnya, yaitu inovatif, buat perencanaan yang baik. Berintraksi sosial, membangun hubungan kerja dan pencarian informasi. (zul)




