MEDAN (media24jam.com) – Pengemudi becak motor atau yang biasa disebut Betor di Kota Medan mulai menghadapi tantangan ekonomi akibat semakin banyaknya pilihan transportasi yang tersedia bagi masyarakat. Kondisi tersebut turut membuat pendapatan pengemudi becak tidak menentu dari hari ke hari.
Salah seorang pengemudi becak, Raja Parindwi, mengaku telah menjalani pekerjaan tersebut selama sekitar 10 tahun. Ia sehari-hari mangkal di lokasi yang sama dan menggunakan becak sewaan untuk mencari penumpang.
Menurut Raja, jumlah penumpang saat ini tidak selalu ramai. Dalam kondisi tertentu, pendapatannya hanya sekitar Rp50 ribu per hari. Bahkan, jumlah tersebut belum tentu diperoleh setiap hari.
“Kadang ada, kadang tidak ada,” ujar Raja.
Tarif sekali perjalanan yang biasa ia terima berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung jarak dan kesepakatan dengan penumpang. Raja mengatakan sebagian penumpang yang sudah mengenalnya biasanya tidak lagi menawar tarif.
Selain jumlah penumpang yang tidak menentu, Raja juga menghadapi persoalan biaya operasional. Ia harus mengeluarkan uang untuk membeli bahan bakar serta menanggung biaya perbaikan ketika becak mengalami kerusakan.
“Kalau sudah rusak becak, ini sengsaranya kita. Mau pinjam ke mana? Berat,” katanya.
Ia menambahkan, biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar Rp30 ribu dalam sehari. Kondisi tersebut semakin terasa ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan karena langsung memengaruhi pengeluaran hariannya.
“BBM juga ada pengaruh. Jauh sekali,” ujarnya.
Raja juga menyebut semakin banyaknya moda transportasi lain, termasuk ojek, turut memengaruhi keberadaan becak sebagai sarana transportasi masyarakat. Menurutnya, persaingan tersebut membuat pengemudi becak harus berbagi penumpang dengan moda transportasi lainnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, Raja mengaku masih memilih bertahan sebagai pengemudi becak. Faktor usia menjadi salah satu alasannya. Ia merasa sulit untuk mencari pekerjaan lain karena tenaga yang sudah tidak sekuat dahulu.
“Bawa kerja sama orang tidak terima, sudah tua. Tenaga sudah tidak ada. Jadi otomatis satu-satunya inilah yang bisa kita usaha,” ungkapnya.
Di tengah pendapatan yang tidak menentu, Raja mengatakan saat ini dirinya lebih berusaha menjaga kesehatan agar tetap dapat bekerja. Baginya, selama masih mampu bekerja dan tubuh masih sehat, pekerjaan sebagai pengemudi becak tetap menjadi sumber penghasilan yang dapat diandalkan.
Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi sebagai pengemudi becak dalam mempertahankan penghasilan ditengah perubahan pilihan transportasi masyarakat dan meningkatnya biaya operasional .(Pul)





