Rektor USU : Gelar Akademik dan Keterampilan menjadi Bekal Lulusan Hadapi Dunia Kerja

0
14

MEDAN (Media24jam.com) – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengukuhkan 5.263 wisudawan dan wisudawati pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium USU sejak Sabtu, 22 Agustus hingga Jumat 28 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Rektor menekankan pentingnya keseimbangan antara gelar akademik dan keterampilan sebagai bekal lulusan menghadapi dunia kerja yang terus mengalami perubahan.

Mengangkat tema “Relevansi Lulusan Perguruan Tinggi: Degree vs Skills?”, Rektor menjelaskan bahwa gelar akademik dan keterampilan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. “Ijazah menjadi bukti bahwa seseorang telah menempuh proses pendidikan secara terstruktur dan memenuhi standar akademik, sedangkan keterampilan menunjukkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan” katanya Rabu (26/8/2026).

Dunia Kerja Semakin Menekankan Kompetensi

Perubahan kebutuhan dunia kerja menunjukkan bahwa perusahaan semakin mempertimbangkan kemampuan nyata calon tenaga kerja. Pengalaman, portofolio, kemampuan menggunakan teknologi, hasil kerja, serta rekam jejak menjadi bagian penting dalam proses perekrutan. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran dari credential-based hiring, yaitu perekrutan yang berorientasi pada kualifikasi akademik, menuju skills-based hiring yang lebih menekankan kompetensi.

Meski demikian, perkembangan tersebut tidak serta-merta menghilangkan relevansi gelar akademik. Pendidikan tinggi tetap memberikan fondasi keilmuan yang diperlukan untuk memasuki dunia profesional. Tantangannya adalah bagaimana lulusan mampu melanjutkan proses belajar dan mengembangkan kompetensinya setelah menyelesaikan pendidikan.

“Gelar tidak kehilangan relevansi. Makna gelar berubah ketika dunia kerja terus berkembang. Gelar bukan lagi tanda bahwa seseorang telah selesai belajar. Gelar menjadi bukti bahwa seseorang telah memiliki fondasi untuk terus belajar,” ujar Rektor.

Pengalaman Menjadi Ruang Mengembangkan Kompetensi

Rektor USU mendorong para lulusan untuk tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Lulusan juga perlu membangun portofolio sebagai bukti kompetensi, memperbarui keterampilan secara berkelanjutan, serta memperkuat karakter dan reputasi profesional.

“Pengalaman selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat menjadi modal penting dalam memasuki dunia kerja. Berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta menghasilkan karya yang menunjukkan kompetensi secara nyata” kata rektor.

Kontribusi menjadi Ukuran Kebermanfaatan Lulusan

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa keberadaan seorang lulusan tidak semestinya hanya ditandai oleh gelar akademik yang disandang, tetapi juga oleh kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

“Gelar dapat membuat orang mengetahui latar belakang pendidikan saudara. Namun, kontribusi membuat orang merasakan manfaat keberadaan saudara,” tuturnya.

Menurut Rektor, gelar memberikan identitas akademik, sementara keterampilan memberikan kemampuan untuk bekerja dan beradaptasi. Keduanya perlu diperkuat dengan karakter, integritas, serta kemauan untuk terus belajar agar lulusan mampu memberikan manfaat di lingkungan profesional maupun masyarakat.

Secara rinci, wisudawan/wisudawati yang dikukuhkan

  1. Program Doktor : 78 Orang
  2. Program Magister : 579 Orang
  3. Program Pendidikan Spesialis : 94 Orang
  4. Program Pendidikan Sub-Spesialis : 3 Orang
  5. Program Dokter Jenjang Magister : 75 Orang
  6. Pendidikan Profesi : 256 Orang
  7. Program Sarjana : 3.439 Orang
  8. Program Diploma : 739 Orang

Hingga saat ini jumlah lulusan USU adalah sebanyak 282.395 orang.(Pul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here