Rico Waas Paparkan Creative Finance, Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026

0
30

MEDAN | Media24jam.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan masuk nominasi penerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai daerah berprestasi dalam penerapan Entrepreneur Government melalui pembiayaan kreatif (creative finance) tahun 2026.

Nominasi tersebut terungkap saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan strategi dan inovasi pembiayaan daerah dalam rapat penilaian yang digelar secara virtual, Selasa (14/4/2026).

Di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Rico memaparkan sejumlah terobosan, mulai dari digitalisasi pajak daerah hingga penguatan sektor investasi.

Pemko Medan, kata Rico, telah mengembangkan sistem digital melalui aplikasi Smart Tax Mobile dan Smart Tax Office yang memungkinkan proses pendaftaran, pelaporan, hingga pembayaran pajak dilakukan secara real time. Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui aplikasi Lapor Bapenda.

“Selain digitalisasi, kami juga tetap mengoptimalkan layanan offline seperti pojok PBB, Samsat keliling, Sipaling, dan layanan drive thru,” ujarnya.

Di sektor BUMD, Pemko Medan saat ini mengelola tiga perusahaan daerah, yakni PUD Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan. Ketiganya berperan sebagai penggerak ekonomi daerah, termasuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada sektor kesehatan, Pemko Medan juga telah menerapkan kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk seluruh puskesmas guna meningkatkan fleksibilitas pengelolaan anggaran dan kualitas layanan.

Rico juga mengungkap capaian signifikan di sektor investasi. Dari target Rp7,6 triliun pada 2025, realisasi investasi di Kota Medan mencapai Rp14,5 triliun.

Selain itu, optimalisasi aset daerah terus didorong melalui sistem digital dan kerja sama dengan pihak ketiga. Pemanfaatan CSR juga telah terintegrasi secara digital agar lebih tepat sasaran.

“Ke depan, pelayanan publik akan terus dikembangkan melalui berbagai aplikasi berbasis teknologi, termasuk dukungan kecerdasan buatan (AI),” kata Rico.

Paparan tersebut mendapat respons aktif dari tim penilai yang menggali lebih dalam berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemko Medan.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa penilaian ini bertujuan mendorong pemerintah daerah lebih inovatif di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan ekonomi global.

“Kota Medan menjadi salah satu nominasi untuk wilayah Sumatera. Penilaian didasarkan pada tujuh indikator utama, antara lain inovasi pajak dan retribusi, pengelolaan BUMD, CSR, aset daerah, BLUD, SPBE, SIPD, hingga laporan keuangan daerah,” ujarnya.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here