Sergai Membara! Warga VS PT Bridgeston Perang, Darah Bececeran

0
15

SERGAI | MEDIA 24 JAM.COM-Suasana di Dusun VII, Desa Tinokkah, Kecamatan Sipispis, Sergai langsung mencekam dan berubah jadi “medan perang”, Kamis (25/6/2026). Puluhan warga yang mengatasnamakan Kerajaan Nagur Bolak terlibat bentrok hebat dengan karyawan PT Bridgestone. Gak main-main, amukan massa berujung anarkis 27 unit kereta (sepeda motor) dan 1 unit truk Fuso hangus dibakar hingga jadi arang! Gak cuma itu, kabarnya beberapa warga juga tumbang kena tembus timah panas.

​Keributan pecah saat warga nekat melakukan aksi pengembalian lahan yang diklaim seluas 7.000 hektar. Situasi yang awalnya panas langsung meledak jadi keos yang gak terkendali. Warga yang murka langsung membabi buta membakar kendaraan di lokasi.

​Kepala Desa Tinokkah, Rio Damanik, saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (26/6/2026), membenarkan kalau sengketa lahan ini sebenarnya laga lama yang tak kunjung usai. Namun, kali ini adalah yang paling parah dan berdarah.

​”Konflik ini udah menahun, dari tahun 1998 pas lahan HGU masih dipegang Goodyear. Setahu saya, setelah beralih ke PT Bridgestone, HGU-nya udah habis sekitar tahun 2022 atau 2023 lalu,” beber Kades.

​Diterangkan Kades lagi, sejarah garap-menggarap di lahan ini emang udah ruwet kalipun. Sebelum bentrok ini, sempat ada aksi penggarapan atas nama Sorbajahe Nagatongah Sihora-hora (SNS) seluas 400 Ha yang sampai sekarang gak jelas ujungnya, padahal di sana udah berdiri rumah permanen dan tanaman warga. Habis itu, muncul lagi klaim Tanah Ulayat seluas 200 Ha yang sampai sekarang masih diladangi.

​”Nah, bentrok yang pecah semalam ini giliran kelompok Kerajaan Nagur Bolak. Mereka mengklaim lahan seluas 7.000 Ha. Makanya langsung keos dan anarkis,” cetus Rio.

​Kades juga membongkar kalau massa yang terlibat bentrok kemarin bukan murni warganya semua. “Raja Nagur Bolak emang di Desa Tinokkah, tapi massa yang ikut aksi itu banyak orang luar (OTG/Orang Tak Dikenal). Lagian lahan yang mau digarap itu sebenarnya masuk wilayah Desa Nagur Pane dan Parlambean,” tambahnya.

​Padahal, aksi massa Kerajaan Nagur Bolak ini sempat dikawal ketat oleh aparat dari Polres Tebing Tinggi. Tapi entah gimana, api amarah warga tetap gak terbendung sampai jatuh korban luka tembak dan puluhan kendaraan hangus.

​Hingga berita ini naik cetak, pihak Polres Tebing Tinggi belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pasti dan dalang di balik kerusuhan berdarah ini. (hrp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here