Soal Polisi Polres Binjai Letuskan Tembakan di  De Tonga

0
682

MEDAN (media24jam.com) – Aksi Bripka MJ yang melepaskan dua tembakkan ke udara yang dikabarkan karena masalah tagihan pembayaran minuman di kawasan De Tonga Hotel Rooftop dan Bar, Jalan Sei Blutu, Medan, dibantah oleh pihak manajemen.

Manager De Tonga Hotel dan Bar, Hari Sembiring mengatakan, bahwa kejadian pada Kamis (25/2/2021) malam lalu itu juga tidak ada kaitannya dengan penagihan pembayaran di tempat mereka, termasuk soal adanya minuman tuak.

“Pada pukul 22.00 WIB, kegiatan sudah tutup. Akan tetapi pengunjung makanan yang belum selesai kan tidak mungkin diusir. Sehingga kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, pengunjung disuruh keluar oleh tim gugus tugas yang datang,” ungkapnya memberikan klarifikasi kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Namun saat keluar, jelas dia, terjadi kesalahpahaman, karena teman Bripka MJ sebenarnya sudah melakukan pembayaran di kasir. Oleh karena itu, dia mengaku, prihal adanya tembakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui latar belakang itu terjadi.

“Pada saat gugus tugas menyuruh keluar, Bripka MJ juga langsung keluar dan temannya melakukan pembayaran. Tetapi karena uang tidak cukup, maka langsung ke ATM untuk membayarkan. Kasir juga ikut kebawah untuk menyelesaikan pembayaran itu,” jelasnya.

Untuk itu Hari menegaskan, bahwa kejadian penembakan yang terjadi di Jalan Sei Blutu, tepatnya depan lokasi De Tonga Hotel tersebut, sama sekali bukan didasari karena pembayaran. Sebab penembakan terjadi ketika Bripka MJ hendak berjalan menuju kendaraannya, yang terparkir di seberang De Tonga.

“Menurut salah satu karyawan yang berada dekat dengan mobil pelaku, ia berkata ini mobilku dan berkata-kata kotor,” ujarnya.

Setelah mendengar suara tembakan, sambung dia, tim Satgas Covid-19 juga mendatangi Bripka MJ. Tak lama kemudian, dirinya langsung pergi menggunakan kendaraannya.

Sementara itu, Kuasa Hukum De Tonga Hotel dan Rooftop dan Bar, Asmaiani SH MH didampingi Ahmad Iqbal Fauzi SH MH menambahkan, bahwa kejadian penembakan tidak didasari oleh kesalahpahaman karena pembayaran tagihan. “Pembayaran sudah dilakukan oleh rekan polisi, itu tidak ada kaitannya dengan De Tonga” ungkapnya.

Oleh karena itu ia berharap, diletuskan tembakan ke udara oleh Bripka MJ agar tidak dikaitkan dengan De Tonga Hotel. “Karena, saat dilakukannya kegiatan razia oleh Satgas Covid-19, seluruh pengunjung kan sudah diminta untuk keluar dan tidak ada keributan yang terjadi di lokasi kafe,” tutupnya. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here