Terkait Air Danau Toba Keruh, Bobby Nasution : Masih Tunggu Hasil Laboratorium

0
144

DELI SERDANG | Media24jam.com – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, angkat bicara terkait fenomena air keruh di kawasan Danau Toba, khususnya di wilayah Kabupaten Samosir. Ia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah mengambil langkah cepat dengan melakukan pengambilan sampel air untuk keperluan uji laboratorium.

“Kita masih menunggu hasil dari laboratorium, untuk mengetahui pasti apa penyebab keruhnya air di Danau Toba,” ujar Bobby saat meninjau Stasiun Utama Sumatera Utara (SUSU) di Komplek Sport Center, Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (27/7/2025).

Bobby menuturkan bahwa sejauh ini pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah pakar terkait fenomena tersebut. Salah satu dugaan sementara, katanya, adalah penurunan muka air Danau Toba akibat kondisi cuaca ekstrem.

“Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah karena turunnya muka air Danau Toba. Tapi tentu kita harus menunggu hasil uji lab untuk bisa memastikan,” ungkapnya.

Terkait pertanyaan apakah kondisi air keruh tersebut dapat berdampak pada proses Revalidasi Geopark Kaldera Danau Toba, Bobby menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan gejala alam dan tidak bisa disalahkan kepada pihak manapun.

“Kami sudah sampaikan bahwa kondisi air keruh ini dipengaruhi oleh faktor alam dan cuaca. Ini di luar kendali manusia, jadi tidak ada yang bisa disalahkan,” tegasnya.

Selain persoalan air keruh, Bobby juga menyoroti potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Danau Toba akibat kekeringan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumut berencana melakukan rekayasa cuaca dengan menabur garam ke awan guna meningkatkan intensitas hujan di kawasan itu.

“Kami telah mengusulkan kepada BMKG untuk melakukan rekayasa cuaca di sekitar Danau Toba. Saat ini ada 4 hingga 5 kabupaten yang juga mengajukan permintaan yang sama. Insya Allah, dalam beberapa minggu ke depan, rekayasa cuaca akan dilakukan agar hujan bisa turun dan risiko kekeringan serta kebakaran bisa diminimalkan,” jelas Bobby.

Upaya rekayasa cuaca ini menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemprov Sumut untuk menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba, sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan tersebut sebagai destinasi pariwisata unggulan berskala internasional.(ril).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here