Viral !!! Ejek Korban Keracunan MBG, Dua Pekerja SPPG Di Galang Dipecat

0
10
Kedua wanita yang viral di medsos karena mengejek korban keracunan MBG berakibat pemutusan Kerja. MEDIA24JAM I IST.

DELISERDANG (media24jam.com) –

Dua orang wanita yang menjadi relawan atau pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Galang Barat 2 Desa Galang Barat Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang dipecat gara-gara menunjukkan sikap kurang pantas di media sosial dan mengejek korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Keduanya sempat viral setelah sempat melakukan live di tiktok. Meski sudah meminta maaf namun mereka tetap dipecat.

Informasi yang dihimpun Wartawan kedua wanita itu bernama Kiki Namira dan Fadilah Ramadani. Keduanya bekerja dibagian pemorsian di SPPG. Mereka dipecat tidak dengar hormat karena kontennya dianggap membuat kegaduhan.

“Kalau dikasih daging kalian diam-diam aja giliran dikasih telur beracunan bising kalian. Memang netizen netizen,” ucap wanita tersebut divideo.

Pemecatan kedua perempuan ini telah dibenarkan oleh pihak Regional BGN Sumut kepada awak media. Mereka dipecat pertanggal 30 September. ” Benar sudah diberhentikan keduanya,” kata Kepala Regional BGN Sumut, Yoga Arizanto kepada wartawan.

Belum diketahui secara pasti kapan pastinya dua relawan tersebut membuat siaran live di tiktok. Namun saat ini potongan video live tiktok mereka sudah banyak beredar di media sosial. Selain itu video mereka meminta maaf juga ikut banyak beredar.

Banyak akun media sosial yang ikut membagi-bagikan postingan menyangkut keduanya. Selain itu banyak warganet yang juga ikut menghujat keduanya. Sementara itu saat momen meminta maaf terlihat kalau keduanya menyampaikan permohonan maaf sambil membaca teks yang sudah disiapkan.

Secara bergantian mereka berucap dihadapan kamera. ” Saya fadilah dan saya Mirah di sini kami ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar besarnya atas ucapan dan candaan kami terkait live tiktok terkait kejadian MBG yang terdampak susu basi,” kata keduanya bergantian di video yang dilihat wartawan.

Keduanya mengaku telah menyadari bahwa ucapan yang yang sempat mereka sampaikan tidak pantas dan tidak seharusnya dilakukan. Disebut mereka awalnya hanya bercanda. Disadari sebagai relawan seharusnya mereka ikut menjaga dan menghargai perasaan anak anak serta pihak yang terdampak.

“Kami mengakui bahwa ucapan tersebut adalah merupakan kesalahan kami. Kami tidak ada maksud untuk meremehkan kondisi ataupun menyakiti pihak yang terdampak tetapi kami memahami bahwa pernyataan kami tidak dapat dibenarkan. Kami benar benar menyesal dan memohon maaf,” katanya.

Kasus Keracunan MBG di wilayah Kecamatan Galang, Deli Serdang sempat terjadi pada 18 September lalu. Saat itu total ada 38 anak SD dari 4 sekolah yang harus dilarikan ke Puskesmas Galang karena sakit perut dan muntah-muntah. Dilaporkan mereka berasal dari SDN 101976 Desa Bandar Kuala sebanyak 7 Orang, SDN 106197 Desa Paku 13 orang, SDN 101961 Desa Timbang Deli sebanyak 17 Orang dan SDN 107827 Desa Titi Besi sebanyak 1 Orang. Diduga para siswa sakit perut dan sebagian ada yang muntah-muntah setelah mengkonsumsi susu kotak. (fan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here