Waduh! Dikonfirmasi Dugaan Maraknya Judi Tembak Ikan di Wilkumnya, Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu Kirim Tayangan Media sebagai Jawaban

0
45

MEDAN | Media24jam.com – Sikap yang ditunjukkan Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu, Iptu Rudi Tarigan, saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan maraknya praktik perjudian di wilayah hukumnya menuai tanda tanya.

Alih-alih memberikan penjelasan atau keterangan, perwira berpangkat dua balok emas itu justru mengirimkan sebuah tayangan pemberitaan berjudul “Pengecekan Laporan Media Terkait Dugaan Perjudian dan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Hukum Polsek Pancurbatu Hasilnya Nihil” lewat pesan WhatsApp.

Peristiwa ini bermula pada Jumat (3/4/2026), ketika wartawan menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas perjudian seperti jenis tembak ikan dan lainnya di wilayah hukum Polsek Pancurbatu diantaranya di Desa Baru di Jalan Delitua (belakang Gereja GBKP dan Gereja GPD), Desa Kuala, Desa Bandar Baru, serta kawasan Tekongan Amoy, Sibolangit.

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, wartawan kemudian melakukan konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu melalui pesan WhatsApp. Namun jawaban yang diberikan hanya berupa kiriman link atau tayangan pemberitaan terkait hasil pengecekan yang disebut nihil.

Sikap tersebut memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa pola penanganan dugaan praktik perjudian terkesan berulang. Setiap kali muncul laporan atau pemberitaan, respons yang dilakukan disebut sebatas pengecekan lokasi, dokumentasi kegiatan, lalu ditutup dengan laporan hasil nihil.

Tak jarang, publik kembali disuguhi judul pemberitaan serupa seperti, “Usai Dicek, Lokasi Judi Nihil” atau “Dikabarkan Ada Judi, Polisi Temukan Warga Bermain Catur dan Minum Kopi.” Narasi seperti ini dinilai sebagian masyarakat lebih terkesan formalitas dan belum menyentuh akar persoalan yang sebenarnya.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai, apabila laporan dan keluhan warga terus muncul dari waktu ke waktu, maka kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh, bukan hanya dijawab dengan razia sesaat.

“Masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara konsisten, transparan, dan menyeluruh. Tidak hanya datang, periksa, lalu selesai. Kalau memang tidak ada, kenapa keluhan warga terus muncul,” ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta namanya tidak disebutkan.

Di tengah gencarnya jargon pemberantasan judi dan narkoba, masyarakat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar laporan hasil nihil. Sebab rasa aman tidak lahir dari kegiatan seremonial semata, tetapi dari penegakan hukum yang tegas, terbuka, dan menyentuh hingga ke akar permasalahan.(*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here