MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang sejumlah permukiman warga di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 18.50 WIB. Sedikitnya 120 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sebagian di antaranya cukup parah.
Bencana yang terjadi selepas Magrib itu membuat warga di Kelurahan Suka Maju dan Titi Kuning panik. Saat angin semakin kencang, warga sontak berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Rasida (49), pedagang nasi goreng yang berjualan di samping jembatan kanal, mengaku sempat merasakan kondisi cuaca berubah drastis. Ia menceritakan kejadian itu saat ditemui pada Rabu (19/8/2026) pagi.
“Habis Magrib itu, setelah saya meladeni pembeli, hujan mulai turun sedikit. Anginnya juga masih pelan. Namun, tidak berapa menit kemudian anginnya mulai kencang,” ujar Rasida.
Menurutnya, saat itu ia sempat memperingatkan anaknya karena merasakan hembusan angin yang tidak biasa.
“Saya bilang kepada anak saya, ‘Anginnya kok tidak biasa.’ Tidak lama kemudian trafo di ujung sana meledak dan mengeluarkan api. Tiba-tiba lampu padam,” katanya.
Situasi semakin mencekam ketika angin bertiup semakin kencang. Steling tempat Rasida berjualan bahkan ikut bergoyang hingga membuatnya memilih berlindung.
“Saat lampu padam, angin semakin kencang dan mengguncang steling tempat saya berjualan. Saya langsung lari dan bersembunyi di bawah kolong meja. Anak-anak yang sedang membeli juga ikut berlari dan berlindung di bawah meja,” tuturnya.
Rasida mengatakan, steling dagangannya akhirnya roboh dan pecah diterjang angin. Modal usaha yang berada di lokasi juga ikut rusak.
“Steling saya jatuh dan pecah. Anginnya bergemuruh sangat kencang. Anak saya bilang, ‘Mah, angin puting beliung.’ Dalam hati saya cuma bisa bilang, Ya Allah, Ya Allah,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Rasida mengaku mengalami kerugian sekitar Rp4 juta.
“Kerugian saya dari steling dan modal jualan. Habis semuanya, Bang,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada warga yang terdampak bencana tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu dan memperhatikan kami yang menjadi korban,” harapnya.
Berdasarkan data sementara di lapangan, sebanyak 90 rumah di Kelurahan Suka Maju mengalami kerusakan. Sementara di Kelurahan Titi Kuning, terdapat sekitar 30 rumah yang terdampak. Total terdapat 120 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.
Pasca kejadian, personel Polsek Delitua dipimpin Kapolsek Delitua AKP Kenedy Sitompul turun langsung ke lokasi. Petugas membantu warga membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.
Kapolsek Delitua AKP Kenedy Sitompul mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan rumah warga cukup banyak.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya kerugian materil, dengan 120 rumah warga terdampak dan mengalami kerusakan akibat angin puting beliung,” ujar Kenedy.
Mantan Kapolsek Tiga Juhar itu
menambahkan, kepolisian langsung diterjunkan untuk membantu masyarakat membersihkan material bangunan yang runtuh.
“Personel Polri sudah diturunkan ke lokasi untuk membantu masyarakat membersihkan puing-puing reruntuhan pascakejadian puting beliung,” terangnya.
Selain membantu proses pembersihan, dua tenda dapur makanan juga disiapkan personel Brimob Polda Sumut untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
“Ada dua tenda dapur makanan yang disiapkan dari Brimob untuk menampung dan membantu para korban di lokasi,” pungkas Kenedy.(Red)



