MEDAN | Media24jam.com – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengapresiasi kesiapan jajaran kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Medan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Apel Akbar dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas serta simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Mapolda Sumatera Utara, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Whisnu Hermawan Februanto dan dihadiri unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Sumut, para kapolres se-Sumatera Utara, serta tokoh masyarakat.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Sispamkota yang diprakarsai Polrestabes Medan. Simulasi ini menggambarkan tahapan pengamanan secara komprehensif, mulai dari fungsi intelijen, Binmas, hingga penanganan eskalasi situasi dari kondisi hijau, kuning, hingga merah.
Dalam keterangannya, Rico Waas menilai Deklarasi Sabuk Kamtibmas menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan daerah.
“Ini merupakan bentuk keterpaduan seluruh unsur dalam menjaga kondusivitas wilayah. Semangatnya satu, memastikan masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan simulasi yang menampilkan berbagai skenario penanganan gangguan keamanan, mulai dari kriminalitas jalanan, pengendalian massa, hingga penanganan ancaman teror.
“Kami optimistis Kota Medan tetap kondusif. Apa yang diperagakan menunjukkan kesiapan Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa konsep “Sabuk Kamtibmas” merupakan simbol kekuatan kolektif yang menyatukan seluruh elemen pengamanan.
Ia juga menekankan komitmen penindakan tegas terhadap kejahatan jalanan, khususnya aksi begal, serta pemberantasan peredaran narkoba dan penanggulangan hoaks.
“Saya telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan tanpa kompromi,” tegasnya.
Di sisi lain, Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa simulasi Sispamkota merupakan bagian dari strategi pengamanan terpadu menghadapi potensi situasi kontingensi di wilayah kota.
Menurutnya, terdapat tiga langkah strategis yang disiapkan, yakni penguatan keamanan berbasis komunitas melalui Sabuk Kamtibmas, pematangan strategi melalui Tactical Floor Game, serta implementasi simulasi lapangan yang mencakup berbagai skenario darurat.
“Simulasi ini mencakup pengendalian massa, pencegahan kriminalitas, pengamanan markas, hingga penanganan terorisme dan penjinakan bom,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan implementasi lanjutan di sejumlah titik strategis di Kota Medan dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan stabilitas keamanan di Kota Medan dapat terus terjaga serta mampu menekan angka kriminalitas secara signifikan.(*).




