Bupati Genjot Program Unggulan Ketahanan Pangan, Deli Serdang Raih Prestasi Inflasi Terendah Per Januari 2026

0
70

MEDAN | Media24jam.com – Kepemimpinan visioner dan kerja nyata Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui program unggulan ketahanan pangan yang dijalankan secara terstruktur, masif, dan berkelanjutan, Kabupaten Deli Serdang sukses menekan laju inflasi hingga mencapai 3,80 persen per Januari 2026. Capaian ini menempatkan Deli Serdang sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah di Provinsi Sumatera Utara untuk kategori kabupaten/kota kelas menengah.

Prestasi tersebut menjadi bukti konkret keberhasilan strategi pembangunan ekonomi daerah yang dijalankan Bupati bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tak hanya itu, Deli Serdang juga tampil sebagai benteng stabilitas ekonomi regional di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang penuh tantangan.

Sebagaimana diketahui, pada periode sebelumnya Deli Serdang sempat mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) tertinggi di Sumatera Utara, yakni mencapai 6,8 persen. Namun, berkat kepemimpinan yang responsif dan kebijakan yang tepat sasaran, laju inflasi berhasil ditekan secara signifikan hingga turun menjadi 3,80 persen pada Januari 2026.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif Bupati Asri Ludin Tambunan yang hampir setiap hari turun langsung ke lapangan, memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif. Didampingi OPD terkait, Bupati fokus mendorong peningkatan produksi pertanian, memperkuat distribusi pangan, serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat konsumen.

Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara per Januari 2026, inflasi y-on-y Sumatera Utara secara keseluruhan tercatat sebesar 3,81 persen. Dalam daftar peringkat kabupaten/kota, Deli Serdang berada di posisi keenam terendah dan berhasil melampaui sejumlah kota besar seperti Pematangsiantar dan Padangsidimpuan.

Adapun data inflasi y-on-y kabupaten/kota di Sumatera Utara sebagai berikut:

  • Kota Gunungsitoli: 8,68%
  • Kota Sibolga: 5,28%
  • Kota Padangsidimpuan: 4,99%
  • Kota Pematangsiantar: 4,70%
  • Kabupaten Deli Serdang: 3,80%
  • Kabupaten Labuhanbatu: 3,73%
  • Kota Medan: 3,70%
  • Kabupaten Karo: 2,73%

Penurunan inflasi yang signifikan ini bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari kerja kolektif Pemkab Deli Serdang dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memperkuat peran sektor UMKM sebagai penopang ekonomi rakyat.

Capaian tersebut semakin istimewa karena terjadi di saat Provinsi Sumatera Utara secara umum mencatat deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,75 persen dan year-to-date (y-to-d) sebesar 0,75 persen pada Januari 2026. Kondisi ini menandakan turunnya harga-harga secara umum, yang berdampak langsung pada meningkatnya daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Meski inflasi provinsi masih dipengaruhi oleh sejumlah komoditas utama seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan dencis, dan daging ayam ras, Pemkab Deli Serdang dinilai mampu meminimalkan dampak tersebut melalui berbagai intervensi lokal yang efektif dan tepat waktu.

Dalam keterangannya, Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras Satuan Tugas (Satgas) Inflasi Daerah yang secara konsisten memantau sedikitnya 156 komoditas strategis penyumbang inflasi.

“Kami mengintensifkan operasi pasar murah, memberikan subsidi pupuk bagi petani, serta memperkuat kolaborasi dengan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Alhamdulillah, langkah-langkah ini membuat Deli Serdang mampu bertahan dari tekanan inflasi nasional yang fluktuatif,” ungkap Bupati.

Menurutnya, strategi pengendalian inflasi yang diterapkan tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Prestasi ini merupakan berkah bagi masyarakat Deli Serdang, terutama keluarga kurang mampu dan pelaku usaha kecil. Dengan inflasi yang terkendali, harga kebutuhan pokok tetap terjangkau sehingga masyarakat dapat lebih fokus meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup,” tegas Bupati.

Di tengah tantangan global berupa gejolak energi dan ketidakpastian pasokan pangan dunia, Deli Serdang membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan daerah yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat mampu menjadi solusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai capaian Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang, sebagai contoh praktik baik pengendalian inflasi daerah yang patut dijadikan rujukan oleh daerah lain di Indonesia.

Ke depan, Pemkab Deli Serdang berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan tren positif ini melalui percepatan digitalisasi pasar, penguatan sistem distribusi, serta peningkatan infrastruktur logistik.

“Dengan stabilitas ekonomi yang terjaga, Deli Serdang tidak hanya melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Bupati dr. H. Asri Ludin Tambunan. (ES/dil).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here