Dibacok, Ditembak, Satpam MBG Korban Begal 9 Hari Menjerit

0
30

MEDAN | MEDIA 24 JAM .COM-Nasib tragis dialami Guntur Sugoro (41), seorang satpam dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Medan. Sudah sembilan hari pria ini terbaring lemah di rumah sakit dengan peluru masih bersarang di tubuhnya, usai menjadi korban aksi begal brutal di wilayah Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Mirisnya, hingga kini peluru yang menancap di punggung korban belum juga diangkat, diduga karena keterbatasan biaya pengobatan.

Guntur yang bekerja sebagai penjaga keamanan dapur MBG mengaku tak memiliki cukup uang untuk menjalani operasi.


Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Senin (11/5/2026) saat korban hendak menuju rumah rekannya. Dalam perjalanan, ia mendadak dihadang sekawanan begal bersenjata tajam yang diduga berjumlah lima orang.


Korban mengaku dipaksa berhenti dan diminta menyerahkan sepeda motornya. Namun, karena curiga akan menjadi sasaran perampokan, Guntur memilih melawan dengan tancap gas menyelamatkan diri.


“Sudah dipepet dua kereta, lima orang. Disuruh berhenti. Saya pikir ini pasti mau begal,” ujar Guntur mengenang detik-detik mencekam itu, Selasa (19/5/2026).


Tak tinggal diam, para pelaku langsung menyerang. Punggung korban dibacok dari belakang, namun Guntur masih berusaha kabur. Melihat korban tetap melaju, para pelaku diduga naik pitam.


Korban mengaku mendengar salah satu pelaku berteriak kepada rekannya, “Eh, nggak apa-apa dia, bang! Tembak dia, Bang!”
Tak lama kemudian, suara letusan terdengar. Korban terkena tembakan diduga dari senapan angin yang menghantam bagian punggung belakangnya.


Meski terluka dan bersimbah darah, Guntur tetap memacu motornya demi menyelamatkan diri dari maut.


Kini, setelah sembilan hari menjalani perawatan di RS Pirngadi Medan, penderitaan Guntur belum berakhir. Peluru masih bersarang di tubuhnya, sementara biaya operasi menjadi hambatan besar.


Sebagai satpam dapur MBG yang baru bekerja sekitar dua bulan, penghasilannya dinilai jauh dari cukup. Ditambah lagi, sejak kejadian itu ia sudah tak bekerja selama sembilan hari.


“Saya penjaga MBG, baru dua bulanan. Peluru belum diambil, cuma diperban aja. BPJS nggak berlaku, ini lagi urus surat miskin,” ungkapnya lirih.


Kasus begal brutal ini pun menambah daftar panjang aksi kriminal jalanan yang membuat warga Deli Serdang dan Medan kian resah.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here