Ketrin, Pelajar Kelas II SMA Negeri 1 Perbaungan, Relawan Penjaga Pintu Perlintasan Kereta Api

0
734
Ketrin yang masih duduk di Kelas II, SMA Negeri 1 Perbaungan ini

SERGAI (Media24jam.com) – Ketrin Tamara (16) seorang pelajar SMA, diketahui 1 tahun sudah jalani menjadi relawan penjaga palang pintu Kereta Api (KA) di perlintasan KA, yang berlokasi Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.

Ketrin yang masih duduk di Kelas II, SMA Negeri 1 Perbaungan ini merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Surya Atmaja (39) dan Rita Wati (34) warga Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan.

Awal mulanya ia menjadi relawan penjaga palang pintu KA, Sabtu (11/9/2021) Ketrin mengatakan, bahwa sebelumnya ada kejadian mobil Nissan Xtrail ditabrak KA pada Jumat tanggal 2 Oktober 2020 kemarin, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya bagian depan mobil pribadi tersebut mengalami rusak berat.

“Setelah pasca kejadian kecelakaan itu, maka pihak PJKA memportal jalan perlintasan KA ini. Oleh sebab itu tidak bisa memasuki akses jalan alternatif sehingga membuat aktifitas masyarakat terganggu,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Ketrin, atas permintaan masyarakat kami sekeluarga berkomunikasi dengan pihak PJKA, bahwasanya kami siap menjaga palang pintu tersebut, dan ternyata disetujui dan langsung membangun palang serta posko penjagaan.

“Saya jaga setiap hari pada pukul 07.00 Wib sampai dengan pukul 17.00 Wib selama pandemi covid-19. Untuk pembuatan palang pintu dan posko ini dibangun dengan uang pribadi pak,” ujarnya.

Ditambahkannya, kalau malam hari dilanjutkan tetangga yang jaga dengan bantuan sukarela dari keluarga Ketrin. Pendapatan sehari-hari mereka dengan pemberian seikhlasnya dari para supir Truk pengangkut pasir yang melintas.

“Sambil menjaga pintu perlintasan, saya juga menyempatkan waktu untuk membaca buku di posko serta mengikuti belajar daring karena diakibatkan situasi pandemi ini. Selanjutnya kalau Belajar Tatap Muka nantikan ada waktunya, kalau waktu nggak masuk saya jaga, karena niatnya agar bisa mencegah terjadinya kecelakaan,” ungkap Ketrin sembari menyebut bahwa dirinya bercita-cita ingin menjadi Pramugari Kereta Api.

Selain itu, Ketrin mengaku belum pernah ada perhatian dari Pemerintah Daerah maupun pihak lainnya atas tugas mulianya tersebut.

“Sebelumnya ada Pak Camat, katanya mau datang. Tapi belum juga ada kemari hingga sekarang,” tutupnya.

Terakhir, Ketrin berharap kepada masyarakat saat palang pintu ditutup karena ada Kereta Api melintas, agar tetap sabar, agar dapat menghindari terjadinya kecelakaan.(hrp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here