KARIMUN (Media24jam.com) –
Salah satu kebutuhan masyarakat di era zaman sekarang ini adalah alat penerangan (Listrik) dimana tanpa alat penerangan semua dapat terganggu hingga mengakibatkan alat alat elektronik dapat rusak total.Selasa (22/07/2026).
Seperti yang dialami masyarakat Karimun saat ini, dimana alat penerangan (listrik) diseluruh wilayah Karimun mengalami pemadaman listrik total (Blackout) mulai dari tanggal 20 Juli 2026 hingga saat ini seluruh aktifitas masyarakat terganggu dan juga alat elektronik mengalami kerusakan total.
Jantro Butar Butar menyampaikan, hasil laporan dari masyarakat yang kita terimah, Beberapa tahun belakangan ini kinerja PLN Karimun sama sekali tidak dapat memuaskan masyarakat Karimun, dimana sebelumnya juga sering terjadi pemadaman listrik bergiliran sehingga masyarakat benar benar tidak dapat menikmati alat penerangan dengan sepenuhnya.
Atas musibah blackout sekarang ini, Ketua LPKSM – Keprisatu Jantro Butar Butar mempertanyakan kinerjanya PLN Karimun dan akan segera malaporkan kepihak Kejaksaan.
Ada beberapa poin yang harus saya laporkan kepihak Kejaksaan Karimun yang diantaranya adalah :
1.Dana anggaran pemeliharaan.
2.kerugian masyarakat atas kejadian blackout sekarang ini yang mengakibatkan lumpuhnya aktifitas masyarakat serta rusaknya alat elektronik masyarakat.
3.terganggunya pelayanan publik yang kurang maksimal selama musibah blackout.
“Saya akan segera melaporkan menenger PT PLN Karimun ke Kejaksaan agar segera di periksa dan dapat di pertanggungjawabkan atas kejadian sekarang ini.”tegasnya.
Tidak sampai disitu, Jantro juga menegaskan agar Manager PLN Karimun Ahmad Subhan Hadi segera mundur dari jabatannya.
“Kalau tidak mau mundur dari jabatannya, biar masyarakat yang akan memaksa agar segera mundur dari jabatannya”.Akhiri Ketua LPKSM – Keprisatu Jantro Butar Butar.
Saat dikonfirmasih melalui pesan singkat Whattshap, menenger PLN Kabupaten Karimun Ahmad Subhan Hadi mengatakan, Terkait kondisi saat ini di terjadi karena adanya kerusakan pada gardu hubung pembagi jaringan di bukit carok pak.
Lanjutnya, dimana pada pukul 06.00.Wib tadi pagi sudah berhasil di hidupkan 6 dari 7 jaringan yg ada. Karena belum bisa mengirimkan secara total energi ke masyarakat maka dilakukan manajemen beban.
“Saat ini tim masih berusaha untuk menghidupkan agar nanti malam di 7 area bisa siap dialirin listrik dan daya mampu pembangkit bisa optimal,” ujar Ahmad. (766hi)




