MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Misteri ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, mulai terkuak. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara memastikan ledakan dipicu akumulasi gas metana (CH4) yang terperangkap di dalam bangunan sebelum akhirnya tersulut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengatakan, hasil pemeriksaan ilmiah menemukan adanya kandungan gas metana di lokasi kejadian.
“Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan adanya gas metana (CH4). Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan,” tegasnya.
Meski demikian, Ferry menegaskan penyelidikan belum berakhir. Polisi bersama tim ahli masih melakukan leak test atau uji kebocoran terhadap jaringan pipa untuk memastikan titik pasti kebocoran yang menjadi sumber akumulasi gas.
“Kami belum bisa memastikan titik kebocorannya. Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa agar diketahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut,” ujarnya.
Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian menjelaskan pemeriksaan dilakukan secara bertahap karena instalasi pipa berada di dalam struktur bangunan.
“Pipa instalasi berada di dalam struktur bangunan, sehingga pemeriksaannya harus dilakukan secara bertahap. Setelah titik kebocoran ditemukan, baru dapat dipastikan bagaimana gas itu terakumulasi hingga memicu ledakan,” jelas Roy.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menghentikan penyaluran gas ke seluruh pelanggan di kawasan Grand Polonia selama proses investigasi berlangsung. General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, menegaskan langkah tersebut diambil demi keselamatan warga.
“Prinsipnya, demi alasan keselamatan kami masih menutup aliran gas di Perumahan Grand Polonia. Kami juga melakukan simulasi pengaliran menggunakan CNG agar bersama kepolisian dapat mencari titik kebocoran secara akurat,” kata Andi.
Menurut Andi, PGN mendatangkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung untuk mensimulasikan pengaliran gas ke jaringan pipa. Simulasi itu dilakukan agar penyidik dapat menemukan titik kebocoran tanpa membuka kembali distribusi gas ke seluruh kawasan.
Namun, Andi menegaskan PGN belum menyimpulkan jaringan gas milik perusahaan menjadi penyebab utama ledakan. “Kami mendukung sepenuhnya proses investigasi bersama aparat kepolisian. Untuk penyebab pasti kejadian ini, kami menunggu hasil investigasi resmi,” pungkasnya.
Polda Sumut memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara objektif dan berbasis pembuktian ilmiah. Hasil akhir investigasi, termasuk titik kebocoran, sumber penyulutan, hingga kemungkinan adanya unsur kelalaian, akan diumumkan setelah seluruh pemeriksaan teknis rampung.(lin)




