OJK Resmikan Galeri Investasi untuk Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Tebing Tinggi

0
169

TEBING TINGGI, MEDIA24JAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi meresmikan Galeri Investasi di Mal Pelayanan Publik Tebing Tinggi, Jumat (31/10/2025). Peresmian ini juga dirangkaikan dengan kegiatan edukasi keuangan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menjelaskan bahwa keberadaan Galeri Investasi merupakan hasil kolaborasi antara OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), MNC Sekuritas, dan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Tujuannya untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan pasar modal.

“Melalui Galeri Investasi ini, kami berharap masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, dan aparatur pemerintah, bisa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya berinvestasi secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Muttaqien.

OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menargetkan pembukaan empat Galeri Investasi baru di Sumatera Utara hingga akhir 2025. Galeri Investasi Pemerintah Kota Tebing Tinggi menjadi yang kedua di lingkungan pemerintah daerah setelah Kabupaten Langkat.

Minat investasi masyarakat Tebing Tinggi menunjukkan tren positif. Data hingga Agustus 2025 mencatat 12.844 rekening Single Investor Identification (SID), meningkat 14,62 persen dibanding Desember 2024. Selain itu, hingga September 2025, terdapat 1,3 juta rekening dana pihak ketiga (DPK) serta 66.674 rekening pembiayaan yang telah tersalurkan.

Dalam kesempatan tersebut, OJK kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kejahatan keuangan digital seperti pinjaman online ilegal, penipuan investasi, phishing, hingga praktik judi online terselubung. Masyarakat diminta selalu memastikan legalitas lembaga keuangan melalui situs OJK serta melapor ke kontak 157 atau melalui portal SIPASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih, menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dan BEI dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

“Melalui Galeri Investasi ini, kami berharap masyarakat semakin paham bahwa investasi yang benar dapat menjadi sarana membangun masa depan yang lebih sejahtera serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Wali Kota.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menambahkan bahwa pasar modal harus menjadi ruang inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Pasar Modal Indonesia adalah milik rakyat. Siapa pun dapat menjadi investor, termasuk dengan modal kecil, asalkan dibekali pengetahuan yang benar,” ujar Jeffrey.

OJK berharap keberadaan Galeri Investasi ini menjadi katalis dalam membentuk budaya investasi, mencetak generasi muda yang melek finansial, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here