TAPTENG | Media24jam.com – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung pembangunan tanggul Sungai Badiri di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (13/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai rencana.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumut. Mereka memantau kondisi sungai sekaligus progres pembangunan tanggul yang tengah berlangsung.
Bobby Nasution menegaskan bahwa pembangunan tanggul harus segera diselesaikan, mengingat anggaran telah tersedia dan kondisi cuaca masih berpotensi memperparah risiko banjir.
“Saya minta secepatnya dibangun ini, karena anggarannya sudah ada. Jangan lama-lama, segera lakukan pemantapan tanggul sungai,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat persoalan teknis maupun administratif. Menurutnya, antisipasi di lapangan sangat penting, mengingat sebelumnya banjir besar sempat merusak struktur tanggul yang telah dibangun.
Selain itu, Bobby meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar, termasuk rencana pengalihan sementara aliran sungai guna mempercepat pengerjaan.
Gubernur turut meninjau progres pembangunan Jembatan Bayli yang dikerjakan oleh TNI. Material konstruksi telah disiapkan, dan diharapkan pembangunan jembatan dapat berjalan seiring dengan pengerjaan tanggul, guna memulihkan akses masyarakat, khususnya ke area pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermukim di kawasan sempadan sungai yang masuk zona rawan bencana.
“Untuk hunian di zona merah tidak diperbolehkan. Namun untuk aktivitas ekonomi masih diperbolehkan. Pemerintah siap membantu, baik pembangunan rumah maupun penyediaan lahan relokasi,” ujarnya.
Salah seorang warga Desa Lubukampolu, Darmi Sihombing (45), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air sungai meningkat secara cepat. Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga, terutama setelah jembatan penghubung hanyut akibat banjir pada akhir 2025.
Usai peninjauan di Sungai Badiri, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi rencana pembebasan lahan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak di Dusun I Desa Lubukampolu. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Tukka, wilayah lain yang juga terdampak bencana.(ril).




