MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Ulah saling ejek di Instagram nyaris memicu bentrokan antar kelompok pemuda di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Beruntung, ketegangan itu cepat diredam setelah Bhabinkamtibmas Polsek Deli Tua bersama unsur tiga pilar turun tangan mempertemukan kedua belah pihak hingga sepakat berdamai.
Mediasi berlangsung di Kantor Lurah Kwala Bekala, Jalan Luku II, Rabu (1/7/2026) malam. Aiptu P. Sihotang selaku Bhabinkamtibmas memimpin proses mediasi bersama Babinsa, perangkat kelurahan, dan kepala lingkungan.
Perselisihan bermula dari aksi saling sindir dan ejek melalui media sosial Instagram.
Perang komentar itu memicu ketegangan hingga membuat warga khawatir konflik berlanjut menjadi bentrokan di lapangan.
Atas inisiatif warga, kedua kelompok akhirnya dipertemukan dalam forum mediasi.
Masing-masing diberi kesempatan menyampaikan penjelasan hingga suasana kembali mencair.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat mengakhiri perselisihan secara kekeluargaan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa. Mereka juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, Senin (6/7/2026) mengatakan penyelesaian melalui mediasi merupakan langkah preventif agar persoalan tidak berkembang menjadi tindak pidana.
“Peran Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mediator dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Dengan komunikasi dan musyawarah, potensi konflik dapat dicegah sehingga tidak berkembang menjadi tindak pidana maupun gangguan kamtibmas yang lebih besar,” tegas Ferry.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh unggahan maupun komentar yang berpotensi memicu konflik di dunia nyata.
“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Kami mengajak masyarakat agar bijak menggunakan media sosial serta menghindari provokasi yang dapat memicu konflik di dunia nyata,” pungkasnya.(red)




