
SIBORONG-BORONG (Media24jam.com) – Sebanyak 1080 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan seminar bertajuk Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan berkat kerjasama yang diselenggarakan sekolah dengan pihak Anggota DPRD Sumatera Utara, Komisi E, DR Jonius Taripar P.Hutabarat Msi, Selasa (07/03/23), dihalaman gedung sekolah SMA PGRI 20 Siborong-borong.
Penguatan ideologi Pancasila bagi para generasi muda, khususnya kalangan pelajar menjadi hal yang urgen, hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari usaha dan upaya menghadapi era globalisasi digitalisasi, atau sebagian khalayak menyebutnya era lima puluh Penguatan Ideologi dan Karakter Kebangsaan bagi Siswa-Siswi SMA PGRI 20 Siborong-borong.
Penguatan ideologi Pancasila bagi para generasi muda, khususnya kalangan pelajar menjadi hal yang urgen. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari usaha dan upaya menghadapi era globalisasi digitalisasi, atau sebagian khalayak menyebutnya era lima puluh.
Masa yang diakui jika tidak disikapi dengan bijak maka akan berpotensi memunculkan ancaman-ancaman yang merongrong keutuhan dan kesatuan bangsa, terutama dari pengaruh media sosial.
DR.JTP Hutabarat menyampaikan, terdapat tiga potensi ancaman bagi bangsa Indonesia, yaitu : ancaman ideologi, ancaman stabilitas politik dan ancaman media sosial. Para pelajar sebagai aset besar bangsa haruslah dapat memilah dan membentengi diri agar tidak terjerumus dalam berbagai organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.
“Begitu pula dalam kehidupan berpolitik, suasana demokrasi dan kedamaian harus selalu diciptakan. Sementara itu, di sisi lain ancaman media sosial muncul karena saat ini hampir setiap orang dipastikan menggunakan gawai elektronik berita dan informasi sangat mudah diakses dan disebar, oleh sebab itu, generasi muda harus pandai dalam memilah, jangan menjadi agent of hoax,” ungkap DR.JTP Hutabarat Msi.
Generasi Muda Indonesia diharapkan menjadi generasi yang berkarakter kebangsaan, dimana para generasi memiliki sikap dapat menjaga martabat sebagai manusia, menguatkan tekad sebagai bangsa merdeka, mencintai budaya warisan leluhur, menjunjung tinggi kehidupan berdemokrasi, merajut kesetiakawanan, dan menumbuhkan solidaritas sosial, dan para peserta seminar kebangsaan antusias mengikuti jalannya kegiatan.
Kepala Seksi Cabang SMA Wilayah IX Humbang Hasundutan Doharta Hutabarat yang menjadi pemateri Mengatakan, agar para pelajar SMA PGRI 20 Siborongborong terus meningkatkan kompetensi diri, sebab tantangan kedepan harus dihadapi dengan kompetensi, yang tidak punya kompetensi pasti akan hilang dari peredaran.
“Khususnya dibidang penguasaan Bahasa asing, terutama Bahasa Inggris dan bersungguh-sungguh dalam belajar sehingga bukan tidak mungkin dapat meraih beasiswa diberbagai universitas terkemuka di Indonesia bahkan di negara-negara maju,” imbuh Doharta Hutabarat.
Kepala SMA PGRI 20 Siborongborong, Drs Alpa Simanjuntak M,Pd juga menyampaikan, pentingnya kecerdasan emosional, kecerdasan spritual dan kecerdasan intelektual.
“Apabila mampu menguasai ketiga kecerdasan tersebut dengan baik, maka dipastikan mampu menempatkan diri secara tepat dan memiliki sikap empati kepada orang lain,” sebutnya.
Juliana Lumbantoruan Siswi Kelas IX IPA 3 mengatakan senang mendapatkan wawasan baru sekaligus menjadi tantangan tersendiri karena sebagai pelajar jadi tahu bahwa negara memiliki harapan besar bagi generasi-generasi penerusnya, tetap semangat demi membuat Indonesia lebih baik.
“Saya semakin tahu betapa pentingnya kita mencitai NKRI ini, saya selaku pelajar akan berkontribusi dengan belajar sungguh-sungguh. Para pelajar Indonesia, bibit-bibit masa depan yang seyogyanya dapat menjadi agen perubahan bagi negara ke arah yang lebih baik demi tegaknya ideologi Pancasila di negara tercinta,” ujar Siswi kelas IX IPA 3 tersebut. (b/n)



