MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Misteri kematian seorang istri anggota polisi di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, masih terus diusut. Korban diduga mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api milik sang suami.
Kini, penanganan perkara sepenuhnya berada di tangan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menegaskan penyelidikan masih difokuskan untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis tersebut.
“Saat ini masih ditangani Propam untuk mendalami motifnya. Kami turut berduka cita atas kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB kemarin,” ujar Ferry, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, begitu menerima laporan, Polda Sumut langsung mengerahkan sejumlah satuan untuk melakukan penanganan. Tim yang diterjunkan terdiri dari Bidokkes Polda Sumut, Propam, Tim Inafis, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, hingga Satreskrim Polrestabes Medan.
“Bidokkes, Propam, dan tim forensik sudah menangani kejadian tersebut. Untuk sementara, dugaan yang kami tangani adalah bunuh diri oleh korban,” tegasnya.
Meski demikian, polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun motif kematian korban. Ferry menegaskan seluruh fakta masih didalami dan hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai.
Sebelumnya, korban yang diketahui merupakan istri seorang anggota polisi yang bertugas di salah satu Polsek jajaran Polda Sumut ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Dugaan sementara, korban meninggal akibat menggunakan senjata api milik suaminya.
“Benar adanya dugaan bunuh diri menggunakan senjata api terhadap seorang perempuan atau ibu rumah tangga. Kejadiannya Minggu sore,” kata Ferry.
Saat ditanya mengenai identitas keluarga korban, Ferry membenarkan bahwa korban merupakan istri anggota kepolisian.
“Iya, istri anggota polisi di Polsek,” ujarnya singkat.
Usai kejadian, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan autopsi serta pemeriksaan forensik.
Hingga Senin dini hari, sejumlah personel Propam, Tim Inafis, Laboratorium Forensik (Labfor), Bidokkes Polda Sumut, Satreskrim Polrestabes Medan, dan Tim Jatanras masih terlihat berada di rumah sakit untuk mendalami kasus tersebut.(red)




