MEDAN | MEDIA 24 JAM.COM-Suasana duka menyelimuti sebuah rumah di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Seorang perempuan yang merupakan istri seorang oknum anggota Polri ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya dengan luka tembak.
Polisi menduga korban mengakhiri hidup menggunakan senjata api milik suaminya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi rumahnya.
“Peristiwa penembakan terjadi di kamar mandi rumahnya,” kata Ferry Walintukan, Senin (3/8/2026).
Menurut Ferry, saat dilakukan pengecekan, korban telah meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah akibat luka tembak. Peristiwa itu disebut terjadi tanpa diketahui oleh sang suami.
“Korban memang istri anggota kami. Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Pihak keluarga yang mengetahui kejadian itu segera melaporkannya ke kepolisian. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian serta melengkapi proses penyelidikan.
Polisi menyatakan kasus tersebut kini ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut. Selain Propam, Bidokkes Polda Sumut, Tim Inafis, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, serta Satreskrim Polrestabes Medan juga diterjunkan ke lokasi.
“Saat ini masih ditangani Propam untuk mendalami motifnya. Kami turut berduka cita atas kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi masih mengarah pada dugaan korban mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, seluruh fakta masih terus didalami melalui pemeriksaan forensik dan keterangan para saksi.
“Untuk sementara, dugaan yang kami tangani adalah bunuh diri oleh korban,” tegasnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun motif peristiwa tersebut. Kepolisian memastikan seluruh hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka setelah proses pemeriksaan selesai.(red)




