MEDAN (media24jam.com) – Seorang pria ditemukan tak bernyawa di tepi Jalan SM Raja, KM 10,5 Keluahan Bangun Mulia, Medan Amplas, tak
jauh dari Markas Kepolisian Polda Sumatera Utara, dengan kondisi mulut dan dada berdarah, Jumat (15/1/21) siang.
Belakangan diketahui, pria paruh baya itu berprofesi sebagai Sopir Angkot Koperasi 03.
“Supir angkot dia ini,” kata Denis ke polisi yang datang ke lokasi.
Ditempat yang sama (TKP) petugas jaga di pos satu Mapolda Sumut mengatakan, dirinya awalnya melihat dan curiga dengan kondisi lalulintas di pintu gerbang keluar gedung Ditreskrimsus Mapolda Sumut yang macet.
“Begitu saya cek, korban sudah tergeletak dan tekarpar dengan posisi telentang di jalan dengan kondisi badan yang kaku dada dan mulut bersimbah berdarah,” kata Denis yang kemudian melakukan sketsa tubuh korban di
badan jalan.
Menurut keterangan warga sekitar, sebut Denis, korban profesinya sopir angkutan kota (angkot) 03.
Soalnya tambah Brigader Denis posisi angkot korban terparkir dalam kondisi berhenti tak jauh dari lokasi korban terkapar dan tewas.
“Warga bilang korban merupakan sopir angkot 03, dan warga saat itu sempat memberikan pertolongan dengan memberikan minyak angin ke hidungnya, namun diperkirakan korban memang sudah tewas,” sebutnya.
Selain itu Denis juga menyebutkan, sebelum korban ditemukan tewas warga ada yang melihat korban cek cok dengan pengendara mobil warna putih.
Hanya saja sebutnya, warga gak tau soal apa yang di ributkan mereka dan begitu juga apa yang terjadi berikutnya, tiba-tiba saja korban sudah terkapar di badan jalan.
“Seperti itulah informasi dari warga, korban dan pengendera mobil warna putih itu sempat cekcok, seterus warga melihat korban sudah terkapar bersimbah darah dibagian dada dan mulut,” pungkas Denis.
Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan pihak Bid Dokes yang menerima laporan
kejadian tersebut langsung turun ke lokasi memberikan pertolongan. Jenazah korban kemudian diboyong ke RS
Mitra Medica.
“Penyebab tewasnya korban belum bisa kita pastikan. Anggota di lapangan termasuk Unit Reskrim Polsek
Patumbak masih melakukan penyelidikan,” pungkas.AKBP MP.Naingolan.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi memastikan, korban tewas mendadak disebabkan penyakit paru-paru yang diderita korban.
“Berdasarkan hasil visum tidak ditemukan adanya tanda -tanda kekerasan atu penganiayaan terhadap korban.
Korban menderita penyakit paru-paru yang sudah menahun (akut),” sebut Hadi kepada wartawan.
Dijelaskan Hadi, kematian korban diketahui setelah pihak Polsek Patumbak menerima informasi adanya mayat laki-laki tergeletak di depan Mapoldasu. Namun, korban sudah terlebih dahulu dibawa personel Poldasu ke RS Bhayangkara Medan.
Di rumah sakit, sambung Hadi, personel Reskrim Polsek Patumbak dan meminta untuk melakukan visum luar terhadap korban.
“Polsek Patumbak bergerak menginterogasi pihak keluarga. Disebutkan, korban atas nama Jasman Aritonang (50), tidak ada kejadian tembak menembak seperti yang diberitakan di group whatsapp ya,” tegas Hadi.
Dari hasil penyelidikan, korban berprofesi sebagai sopir angkot, warga Jalan Tuar Ujung Dusun VI, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak. Pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah tersebut kepada istri korban Ida
Hasibuan (49).
“Dikengkapi dengan surat pernyataan menolak dilakukan autopsi dan kelengkapan surat penyerahan jenazah kepada pihak keluarga yang turut disaksikan kepala desa,” pungkasnya.(lin/zul)




