MEDAN | Media24jam.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk terus menjaga kondusivitas dan stabilitas daerah melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat.
Komitmen tersebut disampaikan Surya saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Minggu (15/3/2026).
Menurut Surya, stabilitas daerah tidak hanya dibangun melalui kekuatan institusi pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif tokoh masyarakat sebagai penyejuk serta pengayom di tengah kehidupan sosial.
Ia menekankan bahwa Sumatera Utara merupakan provinsi yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi, baik dari segi suku, agama, budaya, maupun adat istiadat. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan kekuatan besar yang harus dijaga melalui semangat toleransi dan kebersamaan.
“Peran tokoh agama dan tokoh adat sangat penting sebagai penjaga harmonisasi dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Surya.
Lebih lanjut, Surya menyampaikan bahwa Pemprov Sumut saat ini mengusung visi pembangunan daerah Kolaborasi Sumut Berkah. Melalui visi tersebut, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemprov Sumut mendorong sejumlah langkah strategis pembangunan, antara lain penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Menko Polkam Djamari Chaniago mengingatkan jajaran Forkopimda agar tetap solid dan kompak dalam menjalankan tugas pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
“Forkopimda harus kompak bekerja. Pada akhirnya semua yang kita lakukan adalah untuk mensejahterakan rakyat. Jangan membawa perasaan masing-masing, karena rakyat membutuhkan kita. Curahkan perhatian kita sepenuhnya untuk rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti peredaran narkoba, aksi premanisme, penyebaran berita hoaks, hingga praktik judi online yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
Selain itu, Djamari menekankan pentingnya peran Forkopimda dan tokoh agama dalam merangkul generasi muda agar dapat terlibat aktif dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
“Bagaimana kita melibatkan anak-anak muda, merangkul mereka, serta memberikan ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda untuk segera meluruskan berbagai isu hoaks yang berkembang di tengah masyarakat, seperti isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) maupun krisis pangan. Menurutnya, pemerintah memastikan ketersediaan energi dan pangan nasional tetap aman dan mencukupi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Anggota DPR RI Musa Rajekshah, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, unsur Forkopimda Sumut, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sumatera Utara. (ril).




