Mamat Mantan Pembunuh Kembali Aniaya Warga

0
796
Sabri Sam (korban)

MEDAN, (media24jam.com) – Seorang mantan narapidana (napi) kasus pembunuhan kerap buat resah warga di Jalan Jermal 7 Ujung (tanah garapan), Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Bahkan seorang warga tanpa sebab dianiaya hingga babak belur.

Adalah Sabri Sam (45) warga Jalan Jermal 7, Ujung tanah garapan Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, menjadi korban penganiayaan dilakukan Rahmadsyah alias Mamad. Meski pelaku masih dalam proses pembebasan bersyarat (PB), namun pelaku nekat melakukan penganiayaan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Jermal X Medan Denai, Rabu (18/9) siang. Kejadian penganiayaan ini pun dilaporkan korban ke Polrestabes Medan dengan nomor pengaduan STTLP/2086/YAN.2.5/IX/2019/SPKT RESTABES MEDAN.

Korban, Sabri Sam mengatakan sebelumnya dirinya dengan pelaku tak punya masalah. Namun saat korban melintas di lokasi kejadian, sepeda motor di kendarainya ditabrak pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.

“Karena ditabraknya, aku jatuh bersama sepeda motor yang kubawa. Aku pun gak tau apa masalahnya kok tiba-tiba aku ditabraknya;” ucap Sabri.

Tak hanya menabrak, pelaku melihat korban jatuh langsung memukulinya secara membabi buta. “Setelah aku jatuh, langsung dipukulinya aku secar terus menerus,” ungkap Sabri.
Akibatnya, korban mengalami luka lebam disekujur wajah, bagian bawah mata kanan berdarah dan hidung juga mengeluarkan darah. Aksi pelaku berhenti setelah warga sekitar keluar karena sempat menyebabkan kemacetan jalan.

Sabri berharap Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengevaluasi kembali pembebasan bersyarat yang diberikan kepada Mamat karena telah membubuh. “Saya berharap Mamat kembali ditangkap karena, selain meresahkan mayarakat, Mamat kembali lakukan penganiayaan pada orang lain,” harap Sabrik.

Diketahui Rahmadsyah alias Mamat pada Senin (4/8/2014), membunuh Ucok Alfansyah Munthe alias Ucok Singh (42) warga Puyuh 11, Perumnas Mandala. Dia ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka bacokan di siku, bahu, tangan, paha, dan betis kiri di lahan eks HGU PTPN 2 di Pasar III, Jalan Ksatria, Desa Datuk Kabu, Percut Sei Tuan, Deli Serdang lantaran dendam perebutan tanah garapan. 7 jam bersembunyi akhirnya Mamat menyerahkan diri ke Polresta Medan. (ok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here