Maut di Sungai Aquarium! Dua Pelajar Tebing Tinggi Tewas Tegulung Arus

0
25

SIMALUNGUN (media24jam.com) – Liburan ceria berujung petaka berdarah! Niat hati ingin melepas penat dan bersenang-senang, dua pelajar asal Kota Tebing Tinggi malah pulang dalam kondisi tak bernyawa.

Keduanya tewas mengenaskan setelah digulung arus deras di lokasi wisata Pemandian Sungai Aquarium, Nagori Sorba Dolok, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Jumat (5/6/2026) sore kemarin.
​Dua korban yang harus meregang nyawa di usia muda itu diketahui bernama Revi Ansyah (17) dan Zikri Subekti (17). Keduanya merupakan warga Depot Sundoro, Jalan Peringgan, Desa Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

​Niat Menolong Malah Ikut Modar!
​Informasi yang dihimpun di lapangan, tragedi berdarah ini bermula saat rombongan enam remaja tanggung berangkat dari Tebing Tinggi mengendarai dua sepeda motor sekitar pukul 14.30 WIB. Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB, mereka langsung kepincut melihat segarnya air sungai dan langsung menceburkan diri. Hanya satu orang bernama Riski Ramadan yang memilih tetap di darat karena sadar diri tak bisa berenang dan bertugas menjepret foto teman-temannya.
​Awalnya suasana penuh tawa.

Namun, petaka datang saat mereka nekat melompat ke bagian sungai yang dalam. Mendadak, Revi Ansyah kelabakan dan megap-megap kehabisan napas meminta tolong. Seorang temannya, Refi Febriansyah, sempat mencoba menarik korban.

Apa daya, derasnya arus bawah sungai nyaris ikut menyeretnya ke dasar air, hingga ia terpaksa balik kanan menyelamatkan diri ke tepian.
​Melihat Revi yang nyawanya sudah di ujung tanduk, Zikri Subekti langsung pasang badan dan mencoba memberikan pertolongan. Namun nahas, air sungai yang ganas menguras habis tenaganya. Zikri justru ikut kehabisan napas dan langsung tenggelam terseret arus bersama rekannya ke dasar sungai.

Pelepah Sawit Tak Mampu Selamatkan Nyawa
​Teman-teman korban yang panik histeris di pinggir sungai sempat berusaha melakukan pertolongan darurat. Mereka melemparkan tali dan pelepah sawit milik warga sekitar. Namun, takdir berkata lain. Kedua korban telanjur ditelan pusaran air yang ganas.

​Pihak kepolisian dari Polsek Raya Kahean yang dipimpin langsung oleh AKP Surianto Pinem, bersama personel Koramil dan warga sekitar langsung melakukan aksi obok-obok sungai untuk mencari korban. Setelah berjuang melawan waktu, kedua jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi, namun sudah dalam kondisi kaku tak bernyawa,
​Keluarga Nangis Histeris, Tolak Autopsi.

​Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, membenarkan kejadian tragis tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (6/6/2026) malam. Ia menyatakan peristiwa ini murni musibah non-pidana.

“Ini musibah yang sangat menyedihkan. Begitu laporan masuk, tim langsung turun evakuasi,” cetus AKP Verry.

Isak tangis histeris keluarga pecah saat menyambut jenazah kedua korban. Pihak keluarga menolak mentah-mentah proses autopsi dan memilih langsung membawa pulang jenazah untuk dimakamkan, karena sudah ikhlas dan yakin kedua korban murni tewas tenggelam.

Polisi pun mengimbau keras kepada para pelancong agar tidak sok tahu dan meremehkan dalamnya arus sungai jika tidak ingin berakhir di liang lahat! (lien)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here