OJK Minta Masyarakat Pahami Fundamental Data Sebelum Investasi Kripto

0
46

Jakarta, Media24jam — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 guna memperkuat pemahaman masyarakat serta mendorong pemanfaatan aset keuangan digital, termasuk kripto, secara bijak dan bertanggung jawab.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan pentingnya keseimbangan dalam bertransaksi kripto dengan berbasis pada analisis fundamental yang kuat serta melihat potensi peluang ke depan.

Menurut Adi, perdagangan aset kripto kini telah menjadi bagian nyata dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, OJK terus mendorong penguatan tata kelola industri serta perlindungan konsumen guna menjaga keberlanjutan ekosistem.

OJK juga menilai aset kripto berpotensi menjadi masa depan pasar keuangan (future of financial market) yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, termasuk dari sisi penerimaan pajak. Data Direktorat Jenderal Pajak mencatat penerimaan pajak dari aset kripto pada 2025 mencapai Rp796,73 miliar dan meningkat menjadi Rp1,96 triliun pada Februari 2026.

Dari sisi transaksi, OJK mencatat nilai perdagangan aset kripto sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, menurun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp650,61 triliun. Penurunan ini dipengaruhi faktor global dan siklus pasar kripto.

Adi juga menyebut Indonesia berada di peringkat ke-7 dalam Global Crypto Adoption Index 2025, yang mencerminkan tingginya tingkat adopsi kripto di masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua ABI Robby menyampaikan bahwa industri aset keuangan digital Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan mampu bersaing secara global. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas ekosistem kripto di bawah pengawasan OJK.

Robby menjelaskan, ekosistem kripto di Indonesia bertumpu pada tiga pilar utama, yakni bursa sebagai infrastruktur pencatatan transaksi, pedagang sebagai akses bagi investor ritel, serta kliring dan kustodi sebagai penjamin keamanan aset.

BLK 2026 akan digelar di sejumlah kota seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Manado. Program ini mencakup literasi untuk masyarakat umum, edukasi blockchain bagi akademisi dan pengembang, serta peningkatan pemahaman bagi aparat penegak hukum.

Sepanjang 2025 hingga Februari 2026, jumlah akun konsumen kripto di Indonesia tercatat mencapai 21,07 juta, menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat seiring berkembangnya ekosistem aset digital.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan dan Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, serta pelaku industri aset keuangan digital.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here