Rico Waas Tinjau Pembersihan SDN 060907 yang Terendam Banjir Setinggi Satu Meter

0
63

MEDAN | Media24jam.com — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau proses pembersihan dan perbaikan di SDN 060907, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, usai sekolah tersebut terendam banjir lebih dari satu meter pada 27 November 2025. Sejumlah ruang kelas, buku pelajaran, hingga perangkat teknologi sekolah rusak akibat genangan air.

“Hari ini kita meninjau salah satu sekolah kita yang terdampak cukup parah. Kelas-kelas terendam, buku-buku rusak, peralatan peraga, komputer, bahkan smartboard juga terendam,” ujar Wali Kota.

Proses Belajar Mengajar Diliburkan Sementara
Dengan kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar dipastikan belum dapat berlangsung. Pemko Medan memutuskan untuk meliburkan sementara aktivitas sekolah hingga perbaikan selesai dilakukan.

“Untuk sementara waktu kita liburkan, dan Dinas Pendidikan diminta segera membenahi agar sekolah dapat berfungsi normal kembali,” kata Rico.

Ia juga mengungkapkan adanya kerusakan struktural di beberapa ruang kelas. “Ada beberapa kelas yang atapnya sampai jatuh. Ini harus kita benahi dulu,” ujarnya.

Selain ruang kelas, dokumen administrasi dan buku pelajaran siswa banyak yang rusak. “Dokumen-dokumen sekolah dan buku anak-anak banyak yang rusak. Kita beri waktu untuk pembenahan,” tambahnya.

Pemko Medan Fokus Pembersihan dan Pemulihan
Pemko Medan memastikan pembersihan dilakukan sebelum sekolah kembali dibuka. “Hari ini kita rapikan dulu,” kata Rico sembari meninjau ruang-ruang yang terdampak.

Usai mengecek sekolah, Wali Kota juga melihat kondisi permukiman warga yang sedang membersihkan rumah pascabanjir. Ia berdialog dengan warga dan memeriksa saluran air untuk memastikan alirannya kembali normal.

22 Sekolah Masih Terdampak Banjir
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan, Benny Sinomba Siregar, menyebut hingga Senin (1/12/2025), sedikitnya 22 sekolah TK, SD, dan SMP masih terdampak dan memerlukan penanganan.

“TK ada lima yang masih memprihatinkan. Untuk SMP, dua sekolah—SMP 33 dan 40—cukup parah. Untuk SD, sekitar 15 sekolah masih membutuhkan perawatan intensif,” jelas Benny.

Di SDN 060907, dua ruang kelas mengalami kerusakan berat. “Pak Wali meminta agar pembenahan dilakukan secepatnya, termasuk pembersihan halaman dan kelas-kelas. Dua kelas yang paling parah itu kita tangani langsung,” katanya.

Peralatan elektronik seperti smartboard, komputer, dan PC juga banyak yang rusak terendam banjir. Dinas Pendidikan sedang menginventarisasi perangkat yang masih bisa diperbaiki. “Jika masih bisa diselamatkan, segera kita perbaiki,” ujarnya.

Pendataan Masih Berlangsung
Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah membentuk tim untuk mendata kerusakan sarana prasarana. Namun, kondisi air yang belum stabil, terutama di Medan Utara, membuat data terus berubah.

“Sebagian wilayah masih semata kaki, ada yang sebetis. Rob dari tanggal 1 hingga 9 masih naik,” ujar Benny.

Pemko Medan memastikan proses pendataan, pembersihan, dan pemulihan seluruh sekolah terdampak banjir berjalan intensif agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here